PANGGILAN SORGAWI DARI ALLAH DALAM KRISTUS YESUS

RENUNGAN MINGGU 1653 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan MingguPanggilan Sorgawi Dari Allah Dalam Kristus Yesus. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini berjudul, Panggilan Sorgawi Dari Allah Dalam Kristus Yesus.

Saudaraku, sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa, kita memiliki panggilan dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita tahu bahwa saat ini, Allah sedang memanggil kita, bagaimana respon kita terhadap panggilan yang dari Allah ini?.

Rasul Paulus menunjukan satu teladan yang luar biasa, dimana ia begitu serius meresponi panggilan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ia memberikan segenap hidupnya kepada Allah, dan tidak lagi memikirkan kesenangan dirinya.

Saat ia menyerahkan seluruh hidupnya hanya untuk melayani Allah, ia sama sekali tidak pernah memikirkan lagi akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kesenangan hidup dunia, ia rela tidak menikah, bahkan semua yang dulu merupakan kesenangan baginya, semuanya itu dianggap sampah.

Ini artinya, Rasul Paulus mengerti benar bahwa panggilan Allah itu begitu berharga, bahkan lebih berharga dari apapun yang ia miliki, yang bisa ia nikmati, lebih berharga dari emas, perak, atau permata sekalipun. Ia menyadari sungguh bahwa panggilan dari Allah adalah panggilan yang bernilai tinggi, panggilan yang bernilai kekal, yang tidak dapat ditukar dengan apapun.

Mungkin kalau ditanya kepadanya, oleh orang-orang yang bersama-sama dengan dia saat itu, “apa yang diharapkannya dari panggilan itu?” maka jawabnya adalah “aku berlari-lari kepada tujuan . . .” Artinya setelah menerima panggilan dari Allah, ia melihat bahwa inilah tujuan hidup yang benar, yaitu mengejar panggilan sorgawi.

Hal ini bukan tanpa alasan atau mengada-ada, sebab firman Tuhan katakan, seperti yang di tulis di dalam;

Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Dari kebenaran ini kita bisa melihat ada sebuah gairah hidup yang baru, gairah hidup yang berbeda dalam diri Paulus. Kalau dulu ia adalah orang yang seringkali menyiksa orang-orang yang percaya kepada Yesus, karena ia memiliki kuasa untuk itu, sebelum ia ditangkap oleh Allah dan melayani Allah, sekarang semua itu telah berubah, karena ia melihat ada tujuan hidup yang benar.

Mari sejenak kita melihat kembali seperti apa keadaan Paulus, sebelum ia menerima panggilan dari Allah, dan itu di tulis di dalam;

Panggilan Sorgawi Dari Allah Dalam Kristus Yesus

Renungan Minggu : Panggilan Sorgawi Dari Allah Dalam Kristus Yesus | Renunganhariini.com

Kisah Para Rasul 8:1a Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. 8:1b Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. 8:2 Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. 8:3 Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Dikatakan bahwa, Paulus yang saat itu masih bernama Saulus, berusaha membinasakan jemaat, ia menyeret mereka bahkan menyerahkan mereka untuk dimasukan ke dalam penjara.

Itulah sekilas gambaran tentang keadaan Paulus saat itu. Tetapi keadaannya saat itu menjadi berubah total, setelah ia menerima panggilan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Setelah ia menerima panggilan itu, ia terus berlari hanya kepada satu tujuan yaitu panggilan sorgawi.

Keseriusan Paulus dalam meresponi panggilan Allah juga bisa kita lihat seperti yang dituliskan firman Tuhan di dalam;

Filipi 1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan

Filipi 3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, 3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

Dari kebenaran ini, betapa kita bisa melihat bahwa Paulus sama sekali tidak lagi memiliki tujuan hidup yang lain, selain terus berlari mengejar panggilan sorgawi dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Sebagai orang percaya seharusnya kita menyadari, bahwa kita juga memiliki panggilan yang sama seperti Paulus, dimana kita juga dipanggil oleh Allah di dalam Kristus Yesus, dan saat ini kita juga mengaku percaya kepada Kristus.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana respon kita terhadap panggilan Allah kepada kita di dalam Tuhan Yesus Kristus?. Sudahkah kita berlari menuju tujuan yaitu mencapai panggilan sorgawi yang dari Allah itu, atau kita masih menoleh ke belakang.

Sejujurnya, saat ini ada begitu banyak orang percaya yang masa bodoh dengan panggilan dari Allah. Hal ini bisa kita lihat, dari cara hidup mereka yang masih begitu kuat terikat dengan percintaan dunia, dan itulah yang membuat banyak orang percaya saat ini seolah-olah menutup telinganya terhadap panggilan dari Allah.

Lalu bagaimana dengan diri kita masing-masing saudaraku?. Apakah kita juga mau menutup telinga terhadap panggilan yang begitu berharga?.

Hari-hari ini, saya terus katakan kepada Tuhan; “Tuhan, hamba memilih untuk tidak menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya” itulah yang terus saya katakan kepada Tuhan saat saya berdiam di kaki Tuhan, atau saat berada di atas motor dalam perjalanan, atau dimana saja dalam segala keadaan, saya katakan kepada Tuhan seperti itu.

Saudaraku, jangan sia-siakan panggilan Allah. Kalau Paulus saja memiliki kegentaran, jangan-jangan selesai melayani Tuhan, selesai memberitakan injil, ia sendiri di tolak oleh Tuhan, lalu bagaimana dengan kita, kalau kita hanya hidup untuk menikmati dunia saat ini. Mari kita lihat apa yang Paulus katakan di dalam ;

I Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Itulah kenapa saya katakan “Tuhan, hamba memilih untuk tidak menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya” Artinya akan menjadi sia-sia, jika saya menyampaikan kebenaran firman Tuhan ini kepada saudara, dan saya tetap hidup mencintai dunia, itu artinya, pada akhirnya saya juga ditolak oleh Tuhan, dan saya tidak mau hal itu terjadi saudaraku.

Oleh sebab itu, saya juga terus mendorong saudara, untuk tinggalkan semua pencintaan dengan dunia, lepaskan dirimu dari keterikatan dengan dunia, dan baliklah kepada Tuhan, responilah panggilan Allah di dalam Yesus Kristus, supaya pada akhirnya, dibalik kematian nanti Allah akan memandang kita semua sebagai orang-orang yang berkenan dihadapan-Nya.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin menyadari, bahwa hidup sebagai orang percaya, itu artinya kita sedang dipanggil oleh Allah, kalau kita menutup telinga terhadap panggilan-Nya, maka kita akan berlari munuju kebinasaan kekal di dalam api neraka. Tetapi kalau kita mau menresponi panggilan dari Allah, maka kita akan berlari untuk mencapai tujuan yaitu panggilan sorgawi, dimana tujuan akhirnya adalah kerajaan-Nya, dan disana kita akan hidup di dalam kemuliaan-Nya, sampai selama-lamanya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan Lainnya :

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For PANGGILAN SORGAWI DARI ALLAH DALAM KRISTUS YESUS