PIKIRAN YANG DIBUTAKAN OLEH DUNIA

RENUNGAN MINGGU 2306 Kali Dibaca

Renunganharini.com : Renungan MingguPikiran Yang Dibutakan Oleh Dunia. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, kebenaran firman Tuhan yang menjadi renungan kita minggu ini adalah, Pikiran Yang Dibutakan Oleh Dunia.

Saudaraku, sebagai orang percaya kita harus benar-benar berusaha untuk mengerti akan kebenaran firman Tuhan dengan murni. Sebab mengerti kebenaran firman Tuhan dengan murni sesuai kehendak Allah, akan membawa kita memiliki pengalaman dalam mengalami Allah lebih dari pada hanya sekedar berjumpa dengan Allah dalam setiap doa.

Orang yang mau mempertaruhkan hidupnya untuk belajar mengerti akan kebenaran firman Tuhan dengan murni dan benar adalah orang-orang yang sungguh-sungguh mencintai kehidupan Kekal. Sebab belajar mengerti akan kebenaran firman Tuhan dengan benar sama dengan merencanakan masa depan kehidupan di kekekalan nanti.

Saya mau mendorong saudara untuk sungguh-sungguh memperkarakan hal yang satu ini, karena dari keadaan hidup yang kita jumpai saat ini, ada begitu banyak orang percaya saat ini yang mengarahkan fokus hidupnya hanya tertuju untuk kehidupan hari ini saja, dan itulah yang membuat mereka tidak mampu melihat akan perkara-perkara rohani yang jauh lebih berharga dari sekedar perkara-perkara kesenangan dunia yang fana saat ini.

Kalau kita mengerti bahwa hidup itu bukan hanya di dunia ini saja, tetapi masih ada hidup dibalik kematian, dan hidup dibalik kematian itulah merupakan kehidupan yang sesungguhnya, maka kita harus lebih serius untuk memperjuangkan masa depan kehidupan kita di kekekalan lebih dari apapun saat ini.

Pikiran Yang Dibutakan Oleh Dunia

Renungan Minggu : Pikiran Yang Dibutakan Oleh Dunia

Itulah kenapa kita harus belajar untuk mengerti akan kebenaran firman Tuhan dengan benar. Sebab mengerti akan kebenaran firman Tuhan dengan benar itu sama dengan mengerti bahasanya Tuhan. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.

Ada dua kata yang harus benar-benar diperhatikan dalam ayat ini adalah kata “menangkap” dan kata “firman”. Kata menangkap yang dimaksudkan didalam ayat ini artinya mendengar dengan teliti atau dengan seksama, atau dengan kata lain, mendengar dengan serius.

Orang yang mau belajar untuk mengerti akan kebenaran firman Tuhan dengan serius maka ia akan mengerti bahasanya Tuhan seperti yang firman Tuhan maksudkan di atas.

Kemudian kata “firman” yang digunakan dalam ayat diatas menunjuk kepada “logos” yaitu proses memperoleh pengetahuan akan firman Tuhan dengan benar atau dengan murni lewat mendengar atau membaca akan firman Tuhan, dimana melibatkan kesadaran atau perasaan yang benar-benar murni.

Jadi sesungguhnya untuk bisa mengerti akan bahasa Tuhan itu bukan sesuatu yang mudah, tetapi ada proses pembelajaran yang benar-benar harus diperhatikan oleh setiap kita sebagai orang percaya.

Itulah kenapa kalau orang percaya hanya mengarahkan fokus hidup mereka cuma untuk menikmati kehidupan hari ini, maka akan sangat sulit bagi orang-orang seperti ini untuk mengerti akan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Orang-orang yang mengarahkan fokus hidupnya hari ini hanya kepada materi semata-mata, itulah yang firman Tuhan maksudkan dengan mamon yang tidak jujur. Firman Tuhan katakan didalam;

Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Ibarat harta, maka kehidupan di kekekalan adalah merupakan harta yang sesungguhnya, dan itulah yang harus dikejar oleh setiap kita sebagai orang percaya, bukan harta yang fana hari ini yang akan hilang lenyap ditelan oleh lautan api.

Oleh sebab itu setiap orang percaya harus berjuang supaya bisa mengerti akan apa yang menjadi kehendak Allah, orang yang mengerti kehendak Allah sama dengan orang yang mengerti bahasanya Tuhan. Jadi supaya bisa mengerti kita harus mendengar secara teliti, artinya saat mendengarkan firman Tuhan, saat membaca firman Tuhan, seluruh hati dan pikiran kita harus fokus, teliti, dan semuanya hanya tertuju kepada firman yang kita dengar atau kita baca.

Kita akan mau mendengarkan firman Tuhan dengan teliti atau dengan seksama apabila kita mau menaruh perhatian kita hanya kepada firman Tuhan. Dengan kata lain kita harus benar-benar memiliki ketertarikan dengan firman, dan ketertarikan kita terhadap firman Tuhan akan membuat kita meneliti setiap kebenaran firman Tuhan itu dengan serius.

Pada titik inilah, kita akan semakin mengerti akan kehendak Tuhan serta kita akan semakin memiliki pengalaman yang luar biasa bersama dengan Tuhan. Pengalaman seperti ini dapat diistilahkan sebagai pengalaman tingkat tinggi bersama dengan Tuhan.

Dunia saat ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang percaya, sehingga ada begitu banyak anak-anak Tuhan atau orang percaya yang tidak lagi memiliki ketertarikan terhadap kebenaran firman Tuhan. Dengan kata lain, pikiran mereka telah dibutakan oleh dunia. Artinya kalau orang-orang seperti ini masih hidup sebagai orang percaya, itu hanyalah merupakan sebuah rutinitas kehidupan beragama saja sebagai orang percaya.

Orang-orang seperti ini hanya mau datang kepada Tuhan atau mau berperkara dengan Tuhan, hanya untuk membawa semua persoalan hidup mereka kepada Tuhan, supaya Tuhan tolong, supaya Tuhan selesaikan. Dan bukan datang kepada Tuhan karena ingin mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan, atau karena ingin memperjuangkan masa depan mereka di dalam kekekalan.

Kenapa selama ini ada begitu banyak orang percaya yang tidak dapat mengerti akan kebenaran firman Tuhan yang benar-benar murni atau mengerti akan firman Tuhan secara logos?. Hal itu terjadi karena banyak anak-anak Tuhan saat ini hanya mau menaruh perhatian mereka, atau mereka telah terbiasa atau telah terlatih, hanya menaruh hati dan ketertarikan mereka kepada ajaran-ajaran firman Tuhan yang hanya menyenangkan telinga mereka saja. Inilah yang Tuhan Yesus katakan “mereka tidak mengerti firman Tuhan”.

Hal seperti inilah yang seringkali saya katakan, ada begitu banyak orang percaya yang saat ini tidak menyadari bahwa mereka telah disesatkan oleh angin pengajaran akan kebenaran firman Tuhan yang salah, atau firman Tuhan yang diajarkan tidak sesuai kehendak Tuhan. Sebab firman Tuhan yang benar adalah firman Tuhan yang diajarkan untuk mendorong orang percaya hanya mau memikirkan perkara-perkara kekal saja dan bukan memikirkan perkara dunia ini. Itulah yang dimaksudkan didalam;

Kolose 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Kebenaran yang mendorong orang percaya untuk memikirkan kehidupan yang sesungguhnya atau kehidupan kekal dibalik kematian harus menjadi pokok pengajaran akan kebenaran firman Tuhan yang murni, karena pengajaran seperti itulah yang Tuhan Yesus ajarkan selama Ia ada di dunia ini.

Kalau orang percaya tidak tetarik lagi terhadap pengajaran firman yang murni yang hanya mengajarkan perkara-perkara kekal, maka ini menjadi sinyal bahaya, dimana masa depan dari orang-orang seperti ini sedang berada di jalur kebinasaan.

Orang yang percaya kepada Tuhan dengan benar, maka dalam hidupnya, semua yang dipikirkan adalah bagaimana ia bisa hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa di sorga dan menyelesaikan pekerjaanNya. Dan hal itu sama dengan merencanakan masa depan kehidupannya di dalam kekekalan. Pola pikir seperti inilah yang dimaksudkan firman Tuhan di dalam;

II Korintus 5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

Inilah yang harus menjadi tujuan hidup setiap kita sebagai orang percaya. Artinya fokus pikiran kita sudah tidak lagi tertuju kepada semua keinginan dunia yang fana ini, tetapi selama kita masih ada di dunia ini hati kita telah tertanam dalam Kerajaan Bapa di sorga. Firman Tuhan menasehatkan kita seperti yang ditulis di dalam;

Yakobus 1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Jadi hanya oleh pengertian akan kebenaran firman yang murni, dan firman itu mau kita tanamkan terus dalam hati dan pikiran kita, maka firman itulah yang akan mengubah kita, supaya kita dimampukan untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah dan melakukan kehendakNya, dan itulah yang akan menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga :

Menemukan Jawaban Tentang Iman Percaya

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2015 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For PIKIRAN YANG DIBUTAKAN OLEH DUNIA