RINDU AKAN TANAH AIR SORGAWI

RENUNGAN MINGGU 500 Kali Dibaca

Renunganhariini.com: Renungan Minggu – Rindu Akan Tanah Air Sorgawi. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Rindu Akan Tanah Air Sorgawi.

Saudaraku, jika kita harus jujur melihat keadaan hidup kita saat ini, maka kita akan menemukan satu kenyataan bahwa selama ini kita tidak benar-benar, atau belum sungguh-sungguh merindukan Kerajaan Sorga.

Namun demikian jika di tanya siapa yang ingin masuk kerajaan sorga, pasti semua kita akan menjawab “saya ingin ke Sorga”. Karena tidak ada yang mau masuk neraka.

Tetapi kalau kita mau jujur, kira-kira saat ini kalau Tuhan datang apakah saudara sudah pasti diterima di dalam Kerajaan sorga atau tidak?.

Hal inilah yang harus kita persoalkan. Apakah kita sudah layak masuk dan diterima di dalam Kerajaan sorga karena dikenal oleh Allah, atau sebaliknya dipandang sebagai orang yang tidak layak dan tidak dikenal oleh Allah.

Tidak ada orang lain yang mengetahui keadaan kita saat ini, sebab hanya kita sendiri secara pribadi yang mengetahuinya. Oleh sebab itu kita harus memeriksa hidup kita pribadi lepas pribadi dengan serius.

Saudaraku, kita harus menyadari satu hal yang terpenting yaitu, kita bukan berasal dari dunia ini. Kita berasal dari Allah, yang kita panggil dengan panggilan, “ya Abba, ya Bapa”.

Jika demikian pertanyaannya sekarang, Bapa kita tinggalnya di mana?. “Di Sorga”

Kalau Bapa kita tinggalnya di sorga, itu artinya rumah kita juga di sorga. Kalau rumah kita di sorga, kita harus pulang ke sorga. Itu artinya di dunia ini kita hanya menumpang.

I Petrus  1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Berapa lama kita menumpang di dunia ini?. Firman Tuhan katakan hanya tujuh puluh tahun. Setelah itu kita akan pulang ke rumah Bapa di sorga.

Sudah pegang tiketnya untuk pulang ke sorga?. jelas “belum”. Karena tiketnya itu datangnya tiba-tiba sebab tiketnya itu benama “kematian”. Tetapi pasportnya sudah Bapa sediakan yaitu “Anugerah”.

Jadi yang terpenting disini adalah, kita harus menjaga dengan sebaik-baiknya pasport yang Bapa berikan itu. Sebab dengan pasport itulah, kita diakui sebagai warga Kerajaan sorga.

Jadi kita harus menyadari kalau kewargaan kita bukan di dunia ini. Sebab kewargaan kita yang sesungguhnya adalah di dalam sorga.

Filipi 3:20 – 21

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Kalau begitu pertanyaannya, untuk apa kita ada di dunia ini?. Kita ada di dunia ini untuk mempersiapkan masa depan kita di kekekalan.

Rindu Akan Tanah Air SorgawiRenungan Minggu: Rindu Akan Tanah Air Sorgawi | Renunganhariini.com

Untuk apa kita harus mempersiapkan masa depan kita di kekekalan?. Karena untuk masuk ke rumah Bapa dan menikmati semua fasilitas hidup yang telah Bapa sediakan di dalam Kerajaan-Nya, maka semua orang harus terlebih dahulu menghadap takhta pengadilan Kristus.

2 Korintus  5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan hidup kita dengan benar saat ini. Mempersiapkan hidup dengan benar artinya, selagi kita menumpang di dunia ini, kita harus menjaga kesucian hidup kita. Hidup di dalam standar kekusudan dan kebenaran seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki.

Itulah kenapa dalam doa Tuhan Yesus kepada Bapa di sorga, Tuhan Yesus minta kepada Bapa supaya kita di kudusakan;

Yohanes 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Artinya di sepanjang sisa umur hidup kita di dunia ini, kita harus mengisi hati dan pikiran kita hanya dengan kebenaran Allah yaitu firman Tuhan. Dan tidak boleh hal-hal yang lain yang mengisi hati kita. Supaya apapun yang kita lakukan adalah merupakan kehendak Allah Bapa di Sorga.

Yohanes 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Jadi untuk menjadi satu dengan Bapa ada syarat, yaitu kita harus kudus. Dan itulah yang dimaksudkan firman Tuhan;

1 Petrus  1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Jadi setelah kita menerima “pasport” yaitu anugerah keselamatan yang akan menyatakan bahwa kita adalah warga Kerajaan Sorga, maka kita harus bertanggungjawab menjaganya dengan benar. Jangan sampai kita menukarkan “pasport” tersebut dengan berbagai kesenangan dunia.

Sebab anugerah keselamatan itu harus dikerjakan dengan takut dan gentar. Kalau kita tidak mengerjakan keselamatan yang sudah Allah berikan itu dengan takut dan gentar, maka kita akan terseret ke dalam cara hidup dunia yang menggiring kita kepada kebinasaan.

Saat ini ada begitu banyak orang percaya yang sedang menukarkan atau menggadaikan “pasport” atau anugerah yang telah mereka terima, demi untuk menikmati kesenangan dunia. Artinya mereka tidak terlalu mempersoalkan lagi bahwa anugerah itu harus di jaga dengan cara hidup kudus dan berkenan di hadapan Allah.

Mereka lebih memilih untuk bersahabat dengan dunia ini, padahal firman Tuhan katakan;

Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Keadaan ini sama dengan kisah Esau di dalam, (Kejadian 25:30 – 34) dimana ia menjual hak keulungannya kepada Yakub.

Kejadian 25:34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Ingat, tuntutan bagi semua warga Kerajaan Sorga yang ada di dunia ini, apabila ingin kembali ke sorga, maka satu hal yang harus dipersiapkan yaitu menjadi sempurna seperti Allah Bapa di sorga.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Perhatikan kata “haruslah” itu artinya mutlak. Kalau kurang berarti tidak akan diterima di dalam Kerajaan Bapa di Sorga.

Ibrani  11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Apakah saat ini saudara juga merindukan Kerajaan Sorga?. Jika “ya” maka janganlah menukar anugerah yang telah Bapa berikan itu dengan kesenangan apapun di dunia ini. Orang yang mau menukarkan anugerah itu dengan kesenangan dunia berarti;

  • Ia memandang ringan keselamatan yang Tuhan telah sediakan
  • Ia tidak menghargai pengorbanan Kristus
  • Ia tidak menghormati Allah Bapa di Sorga yang telah memberikan anugerah itu.

Kiranya kebenaran ini semakin menyadarkan kita, dan membuat kita semakin rindu untuk pulang ke rumah Allah Bapa di Sorga. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga: Jangan Hidup Seperti Orang Dunia

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For RINDU AKAN TANAH AIR SORGAWI