SABAR MENANTI WAKTU TUHAN TIBA

RENUNGAN MINGGU 3106 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan MingguSabar Menanti Waktu Tuhan Tiba. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini berjudul, sabar menanti waktu Tuhan tiba.

Saudaraku, satu hal yang harus terus kita ingat dan percaya bahwa, Allah tidak lalai menepati janji-Nya, dimana Ia akan datang kembali dan membawa orang-orang percaya yang hidup sungguh-sungguh mengasihi Dia, ke tempat dimana Ia berada, dan sebagai orang percaya kita tahu kalau tempat dimana Allah berada itu adalah, sorga yang kekal.

Saya katakan kita harus ingat dan percaya, sebab yang berjanji bukan manusia, tetapi yang berjanji adalah Allah sendiri di dalam Tuhan Yesus Kristus, bahwa ia akan datang kembali untuk membawa kita semua yang percaya kepada-Nya ke sorga.

Mari kita lihat apa yang dikatakan Tuhan Yesus, seperti yang ditulis di dalam;

Yohanes 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. 14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

Dari kebenaran ini kita tahu bahwa di dalam Tuhan, kita memiliki pengharapan, yaitu saat kita sungguh-sungguh percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita pasti akan diselamatkan di dalam Dia. Itulah kenapa firman Tuhan katakan “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

Jadi dalam segala keadaan hidup yang kita hadapi saat ini, kita tidak perlu gelisah, apalagi takut. Tuhan katakan jangalah gelisah hatimu, karena Ia tahu benar bahwa orang yang gelisah hatinya pasti karena ada ketakutan di dalam dirinya.

Janji keselamatan itu telah kita terima, dimana Tuhan katakan, “Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” artinya kalau saat ini, Tuhan belum juga datang untuk menjemput kita sebagai orang percya, buka berarti Tuhan tidak menepati janji-Nya. Sebab janji Tuhan itu adalah “ya dan Amin” artinya pasti di genapi.

Persoalannya adalah, selama kita menanti-nantikan Tuhan, kita harus tetap menjaga hati dan pikiran kita, bahkan seluruh gerak hidup kita agar tetap ditemukan layak dan berkenan di hadapan Tuhan.

Sabar Menanti Waktu Tuhan Tiba

Renungan Minggu : Sabar Menanti Waktu Tuhan Tiba | Renunganhariini.com

Kenapa saya katakan, kita harus tetap menjaga hati dan pikiran kita?.

Sebab, saat ini kita masih hidup di dunia, dimana kuasa kegelapan akan berjuang untuk mengisi hati dan pikiran kita dengan berbagai keinginan-keinginan yang terlihat begitu menyenangkan untuk dinikmati saat ini.

Itulah yang membuat, saat ini ada begitu banyak orang percaya pada akhirnya tergoda dengan apa yang dunia tawarkan, sehingga fokus hidup mereka telah ditujukan kepada tawaran dunia yang bisa mereka lihat dengan mata jasmani dan yang bisa dinikmati saat ini. Dan hal itulah yang membuat fokus hidup mereka untuk tetap menanti-nantikan Tuhan menjadi sirnah.

Saudaraku, kita harus tetap menyadari bahwa selama kita masih hidup di dunia ini, persoalan akan tetap ada, dan bahkan tidak pernah berhenti. Terkadang persoalan-persoalan hidup yang kita hadapi akan membuat kita seolah-olah tidak mampu untuk bertahan lagi. Namun apapun yang terjadi, kita harus tetap ingat bahwa kita adalah orang-orang yang punya pengharapan di dalam Kristus. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

Roma 12 :12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Dari kebenaran ini, ada tiga hal penting yang perlu kita ingat, dan itu harus kita lakukan selama kita masih hidup di dunia ini, selama Tuhan belum datang, kita harus tetap kuat untuk bertahan.

  • Bersukacitalah Dalam Pengharapan

Kalau dikatakan, bersukacitalah dalam pengharapan, artinya, di dalam segala keadaan hidup, kita harus tetap melihat kepada pengharapan kita kepada Tuhan. Dan pengharapan kepada Tuhan itu tidak akan pernah menjadi sia-sia.

Jadi sekalipun keadaan hidup ini selalu membuat kita merasa tidak mampu, kita tahu bahwa keadaan yang sedang kita alami, tidak akan selamanya seperti itu, karena kita punya pengharapan.

Kalau kita tahu bahwa kita punya pengharapan di dalam Kristus Yesus Tuhan, maka kita harus tetap menjaga seluruh hidup kita, supaya tetap suci dan kudus dihadapan Tuhan, supaya kita tetap berkenan kepada-Nya. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Yohanes 3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Pengharapan di dalam Tuhan itulah yang membuat kita tetap bisa bersukacita. Sebab kita tahu bahwa suatu saat nanti kita akan tinggal bersama-sama dengan Tuhan di dalam Kerajaan-Nya, dan itu keindahannya tidak dapat dibandingkan dengan apapun.

  • Sabar Dalam Kesesakan

Ingat, sebelumnya saya sudah katakan bahwa, selama kita masih hidup di dunia ini, persoalan akan tetap ada, masalah akan tetap ada, tantangan akan tetap ada, dan itu semua sering membuat, kita seperti tidak mampu lagi lagi untuk bertahan hidup. Namun ingat bahwa semua itu hanya penderitaan biasa. Firman Tuhan katakan;

I Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Jadi semua yang terjadi dalam hidup kita, percayalah bahwa semuanya itu dapat kita tanggung di dalam Tuhan yang akan memberi kekuatan kepada kita.

Filipi 4 :12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Jadi sebagai orang percaya, kita harus tetap sabar, sekalipun kita terjepit di dalam kesesakan, tetapi kita tahu bahwa Tuhan akan tetap memberikan kekuatan kepada kita untuk menghadapi semuanya, karena kita mengasihi Dia, sabar dan tetap percaya kepada-Nya.

  • Bertekunlah Dalam Doa

Dikatakan bertekunlah dalam doa. Ini yang seringkali kita gagal. Sebab kalau kita mau mengoreksi cara hidup kita, maka ada begitu banyak waktu hidup kita yang terbuang hanya untuk mengerjakan perkara-perkara yang sia-sia, sehingga kita hampir-hampir tidak memiliki waktu untuk berdoa.

Artinya kalau kita berdoa, itu hanya kita lakukan sebagai rutinitas saja sebagai orang kristen. Berdoa akan kita lakukan, biasanya kalau mau makan, mau tidur, mau berangkat kerja, atau pergi ke gereja. Hanya itu yang kita lakukan. Selebihnya lagi, kita berdoa, kalau kita ada dalam masalah, lalu berdoa minta pertolongan Tuhan supaya Tuhan selesaikan persoalan kita.

Sesungguhnya yang Tuhan mau bukan seperti itu. Bertekunlah dalam doa, artinya setiap saat kita harus bisa membangun persekutuan dengan Tuhan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Itulah yang sering saya katakan, bahwa 24 jam waktu hidup kita harus semuanya untuk Tuhan. Sebab doa itu adalah bercakap-cakap dengan Allah.

Orang percaya yang mau bertekun di dalam doa, akan merasa begitu dekat dengan Tuhan, sehingga ia tidak akan takut menghadapi apapun yang akan terjadi di dalam hidupnya, karena ia tahu, setiap saat Tuhan ada bersama-sama dengannya dalam segala keadaan.

Orang yang mau bertekun di dalam doa, akan selalu percaya Tuhan ada di pihak dia. Artinya persoalan tidak akan membuat ia lemah, takut, kuatir, dan putus asa. Sebab ia sadar sungguh seperti yang firman Tuhan katakan;

Roma 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?.

Jadi saat kita menanti-nantikan Tuhan, kita harus tetap bertekun di dalam doa, dan selalu mau membangun persekutuan dengan Tuhan di dalam doa. Untuk bisa melakukannya, maka kita harus belajar untuk menguasai diri dalam seluruh gerak, pikiran, perasaan, hati kita, keinginan kita, perkataan kita, bahkan seluruh tingkah laku kita.

Kita harus berjuang untuk hal yang satu ini, karena tanda-tanda zaman ini sudah semakin nyata, dan kita tahu bahwa waktu-Nya sudah semakin dekat. Itulah kenapa firman Tuhan katakan;

I Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Kalau kita tidak berjuang untuk menguasai diri kita, maka kita akan terbawa oleh arus dunia, dan itulah yang akan menyeret kita ke dalam kebinasaan. Oleh sebab itu, sekali lagi kita harus tetap ingat akan hal ini;

  1. Apapun yang terjadi, terjadi, kita harus tetap bersukacita dalam pengharapan.
  2. Apapun yang terjadi, kita harus tetap sabar, sekalipun ada dalam kesesakan.
  3. Apapun yang terjadi, kita harus tetap bertekun dalam doa yang tiada putus-putusnya.

Kiranya kebenaran ini akan menguatkan kita semua dan membuat kita semakin kuat dan tetap sabar menanti waktu Tuhan tiba. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan :
Apa Yang Ditabur Itu Yang Akan Dituai

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For SABAR MENANTI WAKTU TUHAN TIBA