AKHIR DARI PERJALANAN KEHIDUPAN DI DUNIA

RENUNGAN PAGI 2665 Kali Dibaca

Renunganhariini.com: Renungan Pagi – Akhir Dari Perjalanan Kehidupan Di Dunia. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Akhir Dari Perjalanan Kehidupan Di Dunia.

Saudaraku, sebagai orang percaya kita harus mulai membiasakan diri untuk berpikir bahwa hari ini adalah hari terakhir kita hidup di dunia ini. Memang kedengarannya begitu ekstrim dan mungkin pernyataan ini akan mengganggu kenyamanan hidup sebagian orang percaya yang tidak siap menghadapi kematian.

Tetapi saya harus mengatakan ini, supaya kita semakin sadar bahwa akhir dari perjalanan kehidupan kita di dunia ini pasti akan tiba. Apalagi tidak ada seorang pun yang tahu, berapa lama lagi waktu hidupnya masih tersisa di dunia ini.

Dengan menyampaikan hal ini, maka paling tidak kita akan mulai memeriksa keberadaan hidup kita saat ini, apakah kita sudah berkenan di hadapan Allah atau belum, kalau saat ini kita harus pulang ke rumah Bapa.

Saya menyampaikan hal ini tidak memiliki tujuan lain, selain untuk membuat kita semakin berjaga jaga. Sebab dengan hidup berjaga-jaga maka semua pencobaan akan bisa kita lewati. Sehingga saat berjumpa dengan Tuhan di pengadilan-Nya kita tidak bercacat tidak bercela.

Ingat firman Tuhan katakan, kita semua akan menghadap takhta pengadilan Kristus. Artinya tidak ada satu orang pun yang tidak menghadap takhta pengadilan Kristus. Hal itulah yang harus membuat kita serius memeriksa diri mulai saat ini. Firman Tuhan katakan di dalam;

2 Korintus  5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Jadi dengan menyadari bahwa hari ini adalah hari terakhir kita hidup di dunia ini, dan setelah berada dibalik kematian kita harus menghadap takhta pengadilan Kristus, maka kita akan memandang hari ini sebagai suatu hari yang sangat berharga untuk diperkarakan dalam setiap detik waktu hidup yang kita miliki saat ini.

Dengan demikian, setiap detik waktu hidup yang kita miliki akan begitu berarti, dimana kita akan memeriksa apakah perbuatan kita, perkataan kita, pikiran kita, sikap hati kita, tindakan kita, ada yang salah di hadapan Tuhan atau tidak.

Akhir Dari Perjalanan Kehidupan Di Dunia

Renungan Pagi : Akhir Dari Perjalanan Kehidupan Di Dunia | Renunganhariini.com  

Kalau kita terbiasa memeriksa diri dalam setiap detik waktu hidup yang kita miliki saat ini, maka kita akan semakin peka terhadap sekecil apapun kesalahan dan dosa yang kita perbuat.

Dengan menyadari bahwa ini adalah hari terakhir hidup kita di dunia, maka kita harus memiliki sikap berjaga-jaga yang benar. Artinya kita akan melihat setiap gerak kehidupan yang kita jalani, semua hal yang kita lakukan, apakah itu melukai hati Tuhan atau tidak, berkenan di hadapan Tuhan atau tidak.

Dengan menyadari bahwa ini adalah hari terakhir hidup kita di dunia, maka kita tidak akan membuka celah sekecil apapun terhadap kenikmatan dunia. Sebab kita akan semakin sadar bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah.

Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Kesadaran ini juga akan membuat kita memiliki gairah untuk mengakhiri hidup ini dengan mengiring Yesus. Dan pada akhirnya kita tidak akan berharap apapun, atau mengingini apapun lagi dari dunia ini.

Disini kita harus menyadari bahwa perjalanan hidup kita yang singkat ini adalah perjalanan untuk mengubah manusia batiniah kita supaya menjadi seperti yang Allah kehendaki.

Sebab kita tidak tahu masih berapa lama lagi kita hidup. Jadi kita harus berubah dari manusia dengan kodrat dosa menjadi manusia dengan kodrat ilahi. Atau dengan kata lain dari hidup menurut keinginan daging, menjadi hidup menurut roh.

Menjadi manusia dengan kodrat ilahi artinya, kita memiliki sebuah gaya hidup yang dibungkus oleh kekudusan Allah. Artinya setiap gerak hidup kita akan kita perjuangkan supaya kudus dan berkenan kepada Allah.

Setiap orang percaya yang mau berjuang untuk menjaga hidupnya supaya tetap berkenan kepada Allah adalah orang-orang yang menghargai anugerah keselamatan yang telah Allah berikan lewat pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib.

Kiranya renungan ini menyadarkan kita bahwa, hidup di dunia ini begitu singkat, dan oleh sebab itu kita akan semakin serius mempersiapkan diri kita untuk pulang ke rumah Bapa di surga. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga: Menjadi Terang Dalam Kegelapan

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For AKHIR DARI PERJALANAN KEHIDUPAN DI DUNIA