MEMILIH JALAN MENUJU KEHIDUPAN KEKAL

RENUNGAN PAGI 2263 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan PagiMemilih Jalan Menuju Kehidupan Kekal. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita pagi ini adalah, Memilih Jalan Menuju Kehidupan Kekal.

Saudaraku, dalam masa hidup kita selama tujuh puluh tahun didunia ini, seperti apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Pada masa hidup tujuh puluh tahun inilah, kita diberikan pilihan hidup, dimana kita bebas memilih jalan hidup yang harus kita ambil, jalan hidup yang mana yang harus kita lalui dan kita jalani, dan keputusan dalam memilih jalan hidup ini, akan menentukan masa depan kita di kekekalan nanti. Artinya disinilah akan berlaku, apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai nanti di kekekalan.

Kalau kita mau menyadari akan hal ini, maka kita akan menemukan sebuah kenyataan bahwa, masa hidup kita selama tujuh puluh tahun di dunia ini, tidaklah sebanding dengan kehidupan di kekekalan nanti.

Mungkin kita bisa saja berpikir, akan adil jika kita menabur perbuatan yang kita lakukan selama tujuh puluh tahun, masa hidup kita di dunia ini, dituai juga selama tujuh puluh tahun di kekekalan, dan akan menjadi tidak adil kalau kita menabur perbuatan selama tujuh puluh tahun masa hidup kita di dunia, tetapi dituai tanpa batas, atau kekal, atau selama-lamanya.

Hendaklah kita membuang jauh-jauh pemikiran yang demikian, karena adil atau tidak menurut pemikiran kita bukan kita yang menentukan, tetapi Tuhan yang maha adil itu, yang telah menciptakan kita, Dia-lah yang akan menentukan segala sesuatu sesuai dengan keadilan-Nya.

Memilih Jalan Menuju Kehidupan Kekal

Renungan Pagi : Memilih Jalan Menuju Kehidupan Kekal | Renunganhariini.com

Kesabaran Tuhan

Memang hidup yang kita jalani di dunia ini hanya tujuh puluh sampai delapan puluh tahun atau bahkan sembilan puluh tahun kalau kita kuat, tetapi dalam perjalanan hidup kita didunia ini kita juga harus melihat bahwa ada kesabaran Tuhan dalam menghadapi cara hidup kita, nyaris tanpa batas.

Saya katakan kesabaran Tuhan nyaris tanpa batas karena, Kesabaran-Nya akan berakhir dimana waktu hidup kita telah tiba di detik terakhir masa hidup di dunia ini, disitulah kesabaran Tuhan dalam menghadapi seluruh cara hidup kita juga berakhir, artinya sudah tidak ada waktu lagi.

Perjalanan hidup selama tujuh puluh tahun

Tadi sudah saya katakan bahwa selama tujuh puluh tahun masa hidup kita di dunia ini, Tuhan menyatakan kesabaran-Nya menghadapi cara hidup kita dengan sabar, dan itu nyaris tanpa batas, dan kita bisa melihat kesabaran Tuhan itu, melalui cara hidup kita selama ini.

Banyak berbuat kesalahan

Kita harus menyadari bahwa, dalam hidup yang kita jalani sampai saat ini, ada begitu banyak kesalahan yang kita perbuat di hadapan Tuhan. Kesalahan-kesalahan inilah, menunjukan bahwa betapa kita itu seringkali memberontak kepada Tuhan, keras kepala, tidak mau rendah hati, sombong, hidup suka-suka kita sendiri, dan maunya menang sendiri, artinya maunya hidup menuruti keinginan diri kita sendiri, dan tidak mau menuruti perintah Allah, padahal kita ini ciptaan-Nya.

Menghadapi cara hidup kita seperti ini, Tuhan masih tetap sabar. Artinya Tuhan tetap memberi kesempatan, Tuhan tetap membuka tangan-Nya untuk menerima kita, jika mau kembali kepada-Nya, dan Ia tetap akan menerima kita sebagai anak-anak-Nya.

Pilihan pertobatan

Kalau kita menyadari cara hidup kita yang salah selama ini, kemudian kita memilih untuk mau bertobat dan kembali kepada Tuhan, maka dengan penuh kasih sayang-Nya Tuhan akan tetap mengampuni kita dan mau memulihkan kita, sebab Dia Allah yang setia. Firman Tuhan katakan di dalam;

II Timotius 2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

I Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Dari kebenaran firman ini, kita bisa melihat bahwa, betapa Allah begitu sabar menghadapi cara hidup kita, sekalipun kita tidak setia, Dia tetap setia, dan Dia tetap mau mengampuni kita kalau kita mau mengaku dosa kita di hadapan-Nya.

Itulah kenapa saya katakan bahwa kesabaran Tuhan menghadapi cara hidup kita, nyaris tanpa batas, tetapi kita juga harus menyadari bahwa ada batas waktu yang tidak bisa kita tolak, tidak bisa kita tunda, yaitu saat masa hidup kita di dunia ini tiba pada detik terakhir kehidupan di dunia ini, maka kita harus kembali kepada Tuhan.

Saat kembali kepada Tuhan inilah, kita harus mempertanggungjawabkan semua yang sudah kita buat, selama kita masih hidup di dunia, dan kita akan menuai buah dari semua perbuatan kita itu, yang baik maupun yang jahat.

Jalan hidup mana yang akan dipilih

Ini adalah waktu dimana kita harus mengambil keputusan untuk memilih jalan hidup yang benar. Apakah kita mau memilih hidup menuruti semua perintah Tuhan dan melakukan kehendak-Nya, di sisa umur hidup kita yang masih ada, atau kita tetap memilih untuk hidup menikmati dunia menurut keinginan diri kita sendiri.

Pilihan jalan hidup kita saat ini, akan menentukan masa depan hidup kita di kekekalan. Dan kalau dilihat dari umur hidup kita saat ini, itu artinya masa hidup kita di dunia ini sudah jauh berkurang dari tujuh puluh tahun, atau dengan kata lain, masa hidup kita di dunia ini sudah semakin singkat. Firman Tuhan ingatkan kita di dalam;

Efesus 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Jadi selagi masih ada kesempatan untuk mengubah pilihan jalan hidup, hendaklah kita menjadi orang yang arif, dan tidak menjadi orang yang bodoh. Sebab disaat kita salah dalam memilih jalan hidup di dunia ini, maka yang akan kita tuai di kekekalan adalah, kengerian hidup, dimana kita akan terbuang ke dalam kebinasaan kekal.

Saudaraku yang dikasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus, sadarlah, kalau saat ini hidupmu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka kembalilah kepada Tuhan sekarang juga sebelum terlambat, sebelum tiba pada detik terakhir dari kehidupan yang kita jalani di dunia ini, dan tidak ada waktu lagi untuk kita berubah.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin sadar akan cara hidup kita yang salah selama ini, dan membuat kita mengambil keputusan untuk kembali kepada Tuhan saat ini juga. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan :

Mengasihi Dan Mengutamakan Tuhan Dalam Segala Hal

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For MEMILIH JALAN MENUJU KEHIDUPAN KEKAL