MENGHITUNG SISA HARI HIDUP DI DUNIA

RENUNGAN PAGI 1096 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Pagi – Menghitung Sisa Hari Hidup Di Dunia. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan pagi kita saat ini adalah; Menghitung Sisa Hari Hidup Di Dunia.

Saudaraku, pernahkah kita mempersoalkan atau menghitung masih berapa lama lagi sisa hari hidup kita di dunia ini?. Kalau harus jujur berkata, maka rasa-rasanya hampir kita tidak pernah mempersoalkan hal yang satu ini.

Kenapa demikian?. Karena selama ini seluruh pikiran dan perasaan kita selalu dipenuhi dengan berbagai keinginan diri. Kita terus mengejar apa yang menjadi keinginan diri sendiri. Sebab kita menganggap bahwa keinginan diri itu bisa membahagiakan kita, keinginan diri itu bisa dinikmati dan menyenangkan bagi kita.

Kalau sesuai dengan apa yang firman Tuhan katakan, masa hidup kita di dunia ini hanya tujuh puluh tahun atau delapan puluh tahun. Persoalannya sekarang adalah setiap manusia memiliki masa hidup yang berbeda. Artinya mungkin ada yang mencapai tujuh puluh tahun, atau delapan puluh tahun, tetapi ada juga yang tidak sampai mencapai umur seperti itu. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

Mazmur  90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Bukan tanpa alasan firman Tuhan katakan demikian. Sebab dengan menghitung hari-hari hidup kita saat ini, maka kita akan semakin sadar apakah kita sudah mencapai target yang Tuhan kehendaki atau belum.

Memiliki hati yang bijaksana artinya kita bisa mempertimbangkan dengan benar mana yang baik yang harus kita lakukan, dan mana yang harus kita buang dan tidak boleh lagi kita lakukan.

Sebagai orang percaya, kita harus selalu sadar bahwa ada target hidup yang harus kita capai. Kalau kita tidak bisa mencapai target tersebut maka hidup kita sebagai orang percaya akan menjadi sia-sia.

Target hidup orang percaya yang harus dicapai adalah, kita harus di temukan Tuhan tidak bercacat tidak bercela. Tidak bercacat tidak bercela, artinya kita harus mencapai titik kesempurnaan hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah.

Kalau target ini kita capai, maka anugerah keselamatan yang sudah Tuhan berikan kepada kita akan benar-benar menjadi nyata.

Persoalannya sekarang adalah, dalam hidup ini kita masih sering mengikuti kata hati yang penuh dengan berbagai keinginan diri, dimana kita masih mau disenangkan dengan hal-hal sederhana yang tidak bernilai kekal. Dan tanpa kita sadari hal itu akan membuat kita bisa kehilangan keselamatan di kekekalan nanti.

Hidup sebagai orang percaya itu memiliki tujuan, dan tujuannya bukan untuk menikmati dunia hari ini. Kalau ada orang percaya yang masih berharap untuk menikmati dunia hari ini, maka sesungguhnya ia mulai menyia-nyiakan anugerah keselamatan yang sudah Allah berikan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Kita harus sadar bahwa anugerah keselamatan yang Allah berikan kepada kita, membuat kita dilahirkan kembali untuk menjadi manusia seperti yang Allah kehendaki. Dengan kata lain, di dalam anugerah keselamatan itulah, kita dikembalikan kepada rancangan Allah yang semula. Mari kita lihat apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

I Petrus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

Hidup manusia yang seharunya binasa dalam api neraka karena dosa, oleh kematian Kristus dan kebangkitan-Nya, sekarang hidup itu dikembalikan kepada hidup yang memiliki pengharapan.

Sekarang sudah jelas bagi kita, pengharapan yang dimaksudkan itu, bukan untuk menikmati dunia hari ini, tetapi untuk menikmati semua yang telah Allah sediakan bagi kita di dalam Kerajaan-Nya. Persoalannya sekarang adalah kita mau atau tidak.

Jadi sekarang, hidup kita sebagai orang percaya adalah untuk menantikan keselamatan yang telah disediakan oleh Allah bagi kita dan bukan untuk hal yang lain.

I Petrus 1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Masa hidup kita saat ini adalah untuk menantikan penyataan kedatangan Tuhan dan Kerajaan-Nya. Saat kedatangan-Nya itu barulah nyata bagi kita, apakah kita akan diterima oleh Allah sebagai anak-anak-Nya, atau di tolak.

Menghitung Sisa Hari Hidup Di Dunia

Renungan Pagi : Menghitung Sisa Hari Hidup Di Dunia | Renunganhariini.com

Itulah kenapa diatas saya sudah katakan, pernahkah kita serius menghitung sisa hari hidup kita di dunia ini?. Sebab inilah persoalan yang paling penting yang harus kita perkarakan selagi kita masih hidup di dunia saat ini.

Memperkarakan hal ini bukan tanpa tujuan, tetapi memiliki tujuan yaitu supaya kita bisa mencapai tujuan iman kita sebagai orang percaya. Olehnya kita harus melihat keselamatan itu dalam tiga bagian penting.

Yang pertama adalah keselamatan yang sudah dikerjakan pada waktu lampau yaitu pengorbanan Kristus di atas kayu salib, hingga Ia mati dan di kuburkan, sampai pada kebangkitan-nya pada hari yang ke tiga. Dengan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, maka kita yang percaya memiliki pengharapan akan keselamatan di dalam Kristus.

Yang kedua adalah keselamatan pada waktu sekarang, selama kita masih hidup di dunia ini. Maksudnya selagi kita masih hidup di dunia ini, maka seperti yang firman Tuhan katakan, keselamatan itu harus kita kerjakan dengan takut dan gentar.

Dan yang ketiga adalah, keselamatan pada waktu yang akan datang yaitu pada waktu penyataan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Saat penyataan kedatangan Tuhan Yesus itulah, barulah keadaan kita akan menjadi nyata, apakah kita layak atau tidak layak bagi Tuhan.

Sesungguhnya hal itu sudah bisa kita lihat dari cara hidup kita sekarang ini, apakah kita benar-benar merindukan keselamatan itu menjadi nyata atau tidak. Bagi orang yang sungguh-sungguh menantikan penyataan Tuhan Yesus Kristus dengan perasaan rindu ingin berjumpa dengan Tuhan, maka ia pasti mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar mulai sekarang ini.

Kalau saat ini kita serius mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, maka dalam menghitung sisa hari-hari hidup kita yang sudah semakin singkat ini, akan membuat kita semakin bergairah menantikan hari kematian kita yang akan segera tiba. Artinya semakin singkatnya hari hidup kita, maka kita akan semakin merindukan Tuhan. Kerinduan kita akan Tuhan membuat kematian tidak lagi menjadi hal yang menakutkan bagi kita.

Jadi kalau saat ini kematian masih menjadi hal yang menakutkan bagi kita, itu artinya kita masih menemukan bahwa, kita belum sungguh-sungguh mengerjakan keselamatan tersebut. Dan tentu yang menjadi halangan di dalam mengerjakan keselamatan itu adalah, kita masih ingin memuaskan hasrat daging kita dengan berbagai kesenangan dunia.

Saya katakan hal ini bukan berarti saya sudah sempurna. Tetapi saya juga harus memaksa diri saya untuk tidak boleh lagi memiliki keinginan apapun, selain merindukan Tuhan dan kerajaan-Nya. Dan tentu hal itu perlu perjuangan yang berat.

Satu hal yang tidak mudah bagi kita adalah, harus mematikan manusia lama kita yang sudah terlanjur dipenuhi dengan berbagai hasrat dan keinginan diri. Tetapi kita tidak punya pilihan. Kita harus mau mematikan manusia lama kita, supaya kita bisa memiliki kerinduan menantikan Tuhan dan kerajaan-Nya.

Orang percaya yang masih membiarkan manusia lama menguasai hati dan pikirannya maka sesungguhnya ia tidak pernah merindukan Tuhan. Itulah yang membuat banyak orang percaya takut mendengar kata kematian. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Petrus 1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

Jadi hati kita harus tetap dipenuhi sukacita, dalam segala keadaan hidup yang kita hadapi saat ini. Karena kita tahu bila sisa masa hidup semakin singkat, maka kita semakin bergairah untuk bertemu dengan Tuhan.

Tentu, pasti ada tantangan dan pencobaan yang harus kita hadapi. Dan tantangan terbesar itu datangnya dari dalam diri kita sendiri, dimana manusia lama kita masih selalu menuntut kita, karena ingin dipuaskan.

Untuk menghadapi tantangan dan berbagai pencobaan itu, maka kita harus sungguh-sungguh menjadikan Tuhan segenap hidup kita, dan bukan bagian hidup kita. Kalau Tuhan telah menjadi segenap hidup kita, maka kita tidak akan pernah lagi memiliki gairah untuk apapun yang dunia tawarkan.

Saat ini banyak orang percaya masih tenggelam dengan masalah keinginan kesenangan dunia, dan itulah yang membuat mereka hanya menjadikan Tuhan sebagai bagian hidupnya.

Ingat kita harus mencapai tujuan iman kita yaitu keselamatan jiwa. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Petrus 1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Untuk mencapai tujuan iman kita yaitu keselamatan jiwa, maka Tuhan akan memurnikan kita dengan berbagai persoalan hidup, tantangan ataupun pencobaan yang datang dalam hidup kita. Namun apapun yang terjadi, kesenangan hidup kita haruslah tetap Tuhan dan Kerajaan-Nya, dan bukan yang lain.

Setiap orang percaya yang berjuang untuk mencapai target keselamatan jiwa, pasti memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran. Orang yang memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran tidak akan membiarkan waktu hidupnya terbuang dengan sia-sia, hanya untuk perkara-perkara dunia yang fana. Dan orang yang sibuk hanya mengurus perkara dunia, maka beni ilahi tidak mungkin tumbuh di dalam dirinya.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin bijaksana dalam menghitung sisa hari hidup kita di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Mempersiapkan Diri Untuk Realitas Yang Pasti

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For MENGHITUNG SISA HARI HIDUP DI DUNIA