HIDUP SEBAGAI PERAWAN SUCI

SANTAPAN ROHANI 1103 Kali Dibaca

Santapan Rohani – Hidup Sebagai Perawan Suci. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Santapan Rohani kita hari ini mengambil tema “Hidup Sebagai Perawan Suci”.

Pernahkah kita menyadari bahwa sesungguhnya hidup sebagai orang percaya itu berarti kita harus hidup sebagai perawan suci, artinya seluruh hidup kita harus benar-benar kudus dihadapan Allah, tak bercacat dan tak bercela.

Firman Tuhan katakan di dalam II Korintus 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Hidup sebagai perawan suci itu tidak mudah, sebab untuk mempertahankan hidup yang tidak bercacat tidak bercela itu membutuhkan perjuangan. Ini adalah standar hidup kekristenan yang benar. Hidup yang dijaga supaya tidak bercacat tidak bercela akan menjadikan kita pada akhirnya menjadi sempurna sama seperti Bapa di Sorga yang adalah sempurna. Dan standar hidup seperti ini tidak boleh kurang, sebab kalau kurang maka kita tidak layak menjadi kekasih hati Allah, kita tidak akan mungkin menjadi mempelai perempuan yang layak dihadapan-Nya.

Itulah kenapa di dalam Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Maksudnya supaya apa? Supaya kita bisa dilayakkan menjadi kekasih hatiNya, layak menjadi anak-anakNya yang berkenan kepadaNya, layak untuk masuk kedalam KerajaanNya.

Mungkin pernyataan ini akan membuat sebagian kita merasa terganggu, dan berpikir bahwa mana mungkin kita bisa hidup kudus sama seperti Allah.

Untuk memiliki hidup kudus sama seperti Allah, persoalannya bukan bisa atau tidak bisa, mungkin atau tidak mungkin, tetapi persoalannya adalah, kita mau atau tidak mau.

Kalau kita benar-benar mau maka Allah akan memberikan kekuatan kepada kita untuk melawan setiap godaan dunia, tantangan, serta berbagai persoalan yang akan kita hadapi dalam hidup ini, sehingga apapun yang terjadi kita akan tetap kuat di dalam Dia dan tetap tinggal di dalam kekudusanNya.

Itulah yang firman Tuhan katakan didalam Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Pertanyaannya sekarang, kenapa ada begitu banyak orang yang berpikir, mana mungkin kita bisa hidup sempurna sama seperti Allah?.

Jawabannya sederhana, karena selama ini, orang-orang seperti ini sudah terlanjur jatuh cinta kepada dunia, sudah terlanjur memiliki percintaan dengan dunia, sudah terlanjur mengikatkan hatinya dengan dunia, bahkan sudah terlanjur menjadikan dunia ini sebagai kekasih hatinya.

Jadi akan sulit bagi mereka kalau harus meninggalkan semuanya itu, orang-orang seperti ini akan takut tidak bisa lagi menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya. Disinilah persoalannya, sehingga mereka akan berkata mana mungkin kita bisa hidup sempurna sama seperti Allah.

Hidup Sebagai Perawan Suci

Ilustrasi : Santapan Rohani | Hidup Sebagai Perawan Suci | renunganhariini.com

Inilah yang membuat begitu banyak anak-anak Tuhan atau orang kristen menjadi tersesat akibat dari pengaruh dunia yang menawarkan berbagai kesenangan yang bisa di nikmati saat ini, dan hal inilah yang pada akhirnya akan membuat orang percaya tidak akan mampu untuk hidup sebagai perawan suci.

Itulah sebabnya kenapa firman Tuhan katakan di dalam, II Korintus 11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Jadi potensi penyesatan terhadap setiap kita orang percaya yang membuat kita tidak mampu hidup sempurna sama seperti Allah Bapa di Sorga, sesungguhnya terletak pada pikiran kita. Itulah kenapa sebagai orang percaya kita harus hidup mengenakan pikiran dan perasaan Kristus. (Filipi 2:5)

Orang-orang yang hidup mengenakan pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus tidak akan pernah berpikir tentang kesenangan dunia ini, tetapi yang dipikirkannya adalah bagaimana ia bisa ditemukan berkenan dihadapan Bapa di sorga.

Firman Tuhan katakan di dalam II Petrus 1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Hidup yang berkenan dihadapan Bapa di sorga adalah hidup yang tunjukan oleh Tuhan Yesus selama Ia masih ada di dunia ini, dan itu harus menjadi model bagi gaya hidup orang percaya saat ini.

Kalau ada hal yang bisa menyeret kita dan menyesatkan kita dari kesetiaan kita kepada Allah, sehingga membuat kita tidak mampu untuk menjaga hidup sebagai perawan suci, maka hal itu adalah, ketidaksadaran kita bahwa dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya (I Yohanes 2:17), sehingga kita tetap mengikatkan diri kita kepada dunia ini, padahal semua yang ada didunia ini hanyalah sementara, semua yang ada didunia ini hanyalah kesia-sian belaka.

Kita harus menyadari akan hal ini mulai sekarang, jangan sampai bila waktu Tuhan tiba barulah terkejut saat kita berjumpa dengan Allah, dan Allah akan berterus terang bahwa Ia tidak pernah mengenal kita sebagai anak-anakNya, disitulah kita baru tersadar bahwa kita ternyata tidak layak menjadi kekasih hatiNya, kita tidak layak menjadi mempelai perempuan dihadapan Allah.

Dan ini adalah kengerian yang luar biasa. Kenapa?, karena orang yang tidak menjadi kekasih hati Allah akan terbuang dari hadapan Allah, kedalam kerajaan yang telah disediakan untuk iblis dan para pengikutnya yaitu neraka kekal. Itulah kenapa saya katakan bahwa ini adalah kengerian yang luar biasa.

Pertanyaannya sekarang, apakah kita mau sungguh-sungguh menjadi kekasih hati Allah? Dengan cara menjalankan hidup sebagai perawan suci?.

Kalau jawabnya adalah “kita mau” maka tidak ada cara lain, selain setiap kita harus berani untuk memutuskan hubungan percintaan dengan dunia ini, dan memberikan segenap hati kita hanya untuk menjadi milik Allah.

Firman Tuhan katakan di dalam, Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Jadi bersahabat dengan dunia saja sudah menjadikan diri kita musuh Allah, apalagi kalau hidup kita setiap hari masih terus terikat dengan percintaan dunia, artinya selalu mengingini dunia ini dengan segala kesenangannya, sudah pasti tidak akan mungkin bisa menjadi kekasih hati Allah, namun sebaliknya kita akan menjadi musuh Allah.

Disinilah kita harus berubah, supaya kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, dan itulah yang Tuhan mau.

Firman Tuhan katakan di dalam, Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Jadi setelah kita mengambil keputusan untuk memberikan segenap hati kita, bahkan seluruh hidup kita menjadi milik Allah, maka kita harus berjuang untuk terus belajar mengerti apa yang menjadi kehendak Allah, yaitu segala sesuatu yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Dengan demikian maka yang akan terjadi kemudian yaitu adanya pembaharuan pikiran dalam setiap gerak hidup kita, dimana kita tidak lagi mengenakan pikiran-pikiran dunia, tetapi yang kita kenakan sekarang adalah pikiran dan perasaan Kristus.

Mengenakan pikiran dan perasaan Kristus tidak bisa dalam waktu yang singkat, tetapi membutuhkan waktu yang panjang, dan itu bisa berlangsung bertahun-tahun bahkan sepanjang umur hidup kita, dimana kita harus bisa menjaga dan mengelola batin kita supaya tetap bersih dan tetap berkenan dihadapan Allah.

Tujuan akhir dari hidup sebagai perawan suci itu hanya satu yaitu, mendapat pengakuan dari Bapa di Sorga “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Bila saatnya kita berjumpa dengan Allah dalam keadaan berkenan dihadapanNya, maka kita bukan saja menjadi Kekasih hatiNya yang abadi, tetapi kita diakui sebagai anak-anakNya yang Bapa kasihi.

Jangan lupa baca juga Santapan Rohani : Pentakosta Dan Kelanjutannya

Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin. Renunganhariini.com

tags: ,

Related For HIDUP SEBAGAI PERAWAN SUCI