JANGAN TUNGGU HARI ESOK UNTUK BERTOBAT

SANTAPAN ROHANI 3315 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Santapan RohaniJangan Tunggu Hari Esok Untuk Bertobat. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus kristus, santapan rohani kita saat ini berjudul; Jangan Tunggu Hari Esok Untuk Bertobat.

Kita akan membaca beberapa ayat kebenaran firman Tuhan yang terambil dari, Matius 24 : 37 – 44. 

24:37 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;

24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

Kisah air bah di zaman Nuh disampaikan Yesus untuk menggambarkan tentang kedatangan-Nya, di mana orang-orang di zaman Nuh itu sangat tidak peduli dengan apa yang sudah Nuh sampaikan akan terjadinya air bah, karena seperti yang firman Tuhan katakan bahwa Nuh adalah pemberita kebenaran.

Allah sudah memperingatkan mereka melalui Nuh yang Ia tugaskan untuk membangun bahtera dan menyerukan kepada mereka untuk segera bertobat, karena air bah akan segera melanda bumi.

Namun reaksi orang-orang pada waktu itu acuh tak acuh, mencemoh dan bahkan mentertawakan Nuh.  Bukannya bertaubat, tapi mereka semakin lama malah semakin jahat. Firman Tuhan katakan di dalam;

Kejadian 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,  

Bukankah sikap mereka itu tak jauh berbeda dengan keadaan orang-orang di zaman sekarang ini?  Kini banyak orang bersikap acuh dan tidak peduli terhadap perkara-perkara rohani, dimana yang mereka pikirkan adalah;  “Sampai sekarang Tuhan tidak datang juga, dan sepertinya semua yang tertulis dalam alkitab itu tidak betul..”

Saat ini ada banyak sekali orang-orang yang mungkin berfikiran seperti itu. Pada akhirnya mereka tidak mempedulikan lagi tentang hal-hal rohani yang berdampak pada kehidupan kekal.

Jika memperhatikan kehidupan Nuh dan kehidupan orang-orang di zaman itu, maka sesungguhnya ini adalah gambaran kehidupan orang-orang di akhir zaman saat ini.

Orang-orang di zaman Nuh mengabaikan perkara-perkara rohani, menganggap remeh perintah Tuhan, hidup dalam kejahatan dan hawa nafsu.  Bukankah hal ini tidak jauh berbeda dari kehidupan orang-orang zaman sekarang ini?.

Firman Tuhan katakan di dalam; (2 Timotius 3:5a)  “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.”

Alkitab dengan sangat jelas menyatakan bahwa  “…kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,”  (Kejadian 6:5), sehingga  “…semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.”  (Kejadian 6:12b)

Saudaraku, Sadar atau tidak sadar, kalau kita lihat disekitar kita, manusia saat ini semakin dihanyutkan oleh dosa. Dalam akhbar terpampang pelbagai berita yang menyatakan kejahatan manusia terjadi di mana-mana, bahkan juga di negara kita sendiri.

Mengapa ini begitu banyak terjadi?. Hal yang pertama sekali, mungkin banyak orang berpikir bahawa, Tuhan tidak akan menghakimi mereka walaupun mereka berbuat jahat.

Jangan Tunggu Hari Esok Untuk Bertobat

Santapan Rohani : Jangan Tunggu Hari Esok Untuk Bertobat | Renunganhariini.com

Kelihatannya sepertinya benar saudaraku, karena kita lihat bahwa orang-orang yang berbuat jahat itu selalu terlihat seperti menang dan orang-orang yang berbuat kebaikan itu selalu kalah.

Sehingga mungkin kita berkata “bilakah Tuhan mau membinasakan orang-orang jahat ini?” kerna kita lihat orang-orang yang jahat berbuat sewenang-wenangnya dan seringkali terlepas dari hukuman duniawi. Tetapi kita harus tetap ingat, bahwa bagi Tuhan hukuman untuk orang yang jahat pasti akan dilaksanakan-Nya.

Mari kita lihat apa yang firman Tuhan katakan di dalam; 2 Petrus 3: 9-12,14

3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

Saudaraku yang Tuhan Yesus kasihi, apa yang ingin saya sampaikan hari ini adalah tentang keputusan kita untuk bertobat. Seringkali pertobatan itu kita pikir hanya untuk orang yang belum mengenal kebenaran saja, tetapi yang sesungguhnya juga bagi kita yang sudah mengenal kebenaran.

Ingat apa yang firman Tuhan katakan di dalam; Matius 7:21 – 23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Apa yang saya sampaikan dalam renungan ini sebenarnya juga menegor diri saya sendiri, oleh setiap perkataan firman Tuhan yang tertulis ini.

Kita tidak seharusnya berpikiran bahawa apabila kita sudah giat melayani Tuhan dalam banyak perkara, lalu kita sudah menyenangkan hati Tuhan, atau kita berpikir kerana kita sudah dibaptis dalam gereja kristen maka kita pasti sudah selamat. Seharus kita membuang semua pemikiran seperti ini, karena bukan itu yang dilihat oleh Tuhan.

Kepada jemaat di Efesus, Tuhan mengatakan di dalam; Wahyu 2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Sesungguhnya hal itu juga berlaku atas hidup kita saat ini. Apa yang dimaksudkan?  

Tuhan tahu keberadaan setiap jemaat dan individu yang ada di dalam gereja secara mendalam.  Saat ini mungkin yang menjadi fokus kita adalah hal-hal yang nampak dari luar sahaja: anggota gereja yang banyak, organisasi gereja yang mantap, aktivitas rohani atau pelayanan yang begitu padat, juga bangunan gereja yang tampak megah dan besar, dan sebagainya.

Tetapi ada hal penting yang malah terabaikan, dan itulah yang sedang Tuhan nyatakan terhadap gereja saat ini.  Ternyata banyak dari kita telah meninggalkan kasih mula-mula.

Kita telah menggantikan kasih kita kepada Tuhan dengan pekerjaan atau aktivitas rohani yang hanya untuk dibangga-banggakan, mau dipuji orang dan supaya orang melihat kita seperti orang saleh kerana pelayanan kita.

Pernahkah kita berpikir bahawa, kalau kita melakukan itu semua demi kasih kita kepada Tuhan dan sesama?. Saudaraku, yang Tuhan inginkan adalah kita melakukan semua itu kerana kita mengasihi Dia tanpa ada tujuan sebaliknya.

Kerana Tuhan itu Mahatahu, dan hal itu seperti yang dikatakan firman Tuhan di dalam; 1 Tawarikh 28:9 “….Sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan segala niat dan cita-cita”  

Tuhan juga tidak melihat apa yang dilihat oleh manusia kerana Tuhan melihat hati dan hal itu seperti yang dikatakan di dalam;

1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Ini artinya bukan yang dilihat manusia itu yang dilihat oleh Allah. Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Begitu juga bagi kita yang sudah dibaptis mungkin ada juga orang yang berfikir bahawa “saya tidak perlu sibuk-sibuk lagi mau beribadah dan sebagainya, saya sudah dibaptis dan pasti akan selamat”. Kalau saya buat dosa pun Tuhan sentiasa mau mengampuni.

Ini adalah satu pemikiran yang keliru. Itulah sebabnya saya ingin membawa kita semua yang sudah mengenal  kebenaran, juga harus hidup didalam pertobatan. Apabila kita berkali-kali melakukan dosa, saat kita sudah mengenal kebenaran, adakah Tuhan akan terus mengampuni kita?

Kita harus ingat apa yang ditulis di dalam; Ibrani 10:26 “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa,sesudah kita memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu”.

Mengapa demikian? Mari lihat apa yang dikatakan firman Tuhan di dalam; Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Oleh sebab itu saudaraku, kita harus bertobat dengan sungguh-sungguh, kerana perkataan Tuhan tidak pernah berbohong. Bila apa yang sudah di firmankan-Nya sudah terjadi dalam perjanjian lama, semua itu juga harus kita jadikan sebagai pelajaran bagi kita yang hidup di zaman ini.

Satu-satunya penuntun kita untuk bertobat adalah menyelidiki Alkitab dan kebenarannya. Semua kisah dalam alkitab adalah pengajaran bagi kita supaya hidup dalam pertobatan setiap waktu bukan hanya sekali saja.

Saudaraku, jangan tunggu hari esok untuk bertobat. Kerana selagi pintu belas kasihan Tuhan masih terbuka, marilah kita dengan setia datang dan melekatkan diri kepada Tuhan.

Ingatlah bahawa Tuhan sudah berkata di dalam : Yehezkiel 12:25,28 sebab Aku, TUHAN, akan berfirman dan apa yang Kufirmankan akan terjadi, dan firman itu tidak akan ditunda-tunda lagi, sebab pada masa hidupmu, hai kaum pemberontak, Aku akan mengucapkan suatu firman dan Aku akan menggenapinya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

12:28 Oleh karena itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak satu pun dari firman-Ku akan ditunda-tunda. Apa yang Kufirmankan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin sadar dan mau datang kembali kepada Tuhan, serta hidup dalam pertobatan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Berjuang Untuk Memperoleh Mahkota Kehidupan

Artikel Ini Ditulis Oleh :

Edward Loduni

Edward Loduni | Kontributor

Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For JANGAN TUNGGU HARI ESOK UNTUK BERTOBAT