PENTAKOSTA DAN KELANJUTANNYA

SANTAPAN ROHANI 1106 Kali Dibaca

Santapan Rohani : Pentakosta dan Kelanjutannya. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, Pentakosta dan Kelanjutannya akan menjadi tema santapan rohani kita kali ini.

Ayat Firman Tuhan : Kisah Para Rasul 2:1-4.

Kisah Para Rasul 2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Seringkali ketika peristiwa Pentakosta diperingati, maka pikiran dan penghayatan iman kita dibawa kepada hal-hal yang bersifat spektakuler. Tema-tema seperti penumpangan tangan, Bahasa Lidah, nubuatan dan hal-hal lain yang dianggap sebagai Pekerjaan Roh, diangkat dan dibicarakan tanpa memandang makna atau esensi yang terkandung dalam pekerjaan roh itu sendiri.

Seiring dengan perkembangan gereja Tuhan dari zaman ke zaman, sebenarnya gereja bukan saja dapat menunjukkan hal-hal sperti di atas. Sebab kualitas gereja atau bahkan orang percaya bukan saja sampai pada level ketika ia dapat berbahasa roh dan melakukan hal-hal diatas tadi. Tetapi gereja (dalam hal ini institusi/lembaga) harus dapat menggiring setiap pribadi umat Tuhan untuk sampai pada level yang Tuhan kehendaki.

Apa sih sebenarnya yang Tuhan kehendaki dari peristiwa pentakosta tersebut ?

Peristiwa Pentakosta bukan saja sebuah peristiwa yang dimaknai dengan makna sejarah tetapi harus digali dan direnungkan apa maksud Tuhan selanjutnya bagi orang percaya atas peristiwa itu.

Pentakosta Dan Kelanjutannya

Ilustrasi : Santapan Rohani | Pentakosta Dan Kelanjutannya | renunganhariini.com

Jika kita membaca dengan teliti Kisah Para Rasul diabad mula2, maka para Rasul dan pengikutnya bukan saja mengalami pekerjaan Roh yang dimaksud tetapi mereka juga mengalami penderitaan. Itulah sebabnya Rasul Petrus mengingatkan kepada kita didalam, 1Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”

Ayat ini tidak bisa dilepas dan sangat berhubungan dengan ayat yang ke – 21“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”

Jika kita mendengar kata “Penderitaan” dalam kotbah ini, saya berharap kita harus memiliki pengertian yang lengkap mengenai apa itu penderitaan.

Pada abad2 permulaan gereja (dapat dibaca pada Kisah Para Rasul pasal 8 dst), sampai dengan abad ke 4 M. orang-orang Kristen mengalami penderitaan badani atau aniaya fisik. Baru pada abad ke5 M, Roma Mengkristenkan seluruh penduduknya. Dan disitu kekristenan diakui sebagai agama resmi diseluruh jajahan Romawi hingga sampi ke asia tengah.

Disinilah kekeristenan menjadi pondasi atau dasar bagi kita umat Perjanjian Baru. Orang Percaya pada abad ke 20 dan 21 hampir tidak mengalami penganiayaan badani yang hebat spt abad-abad permulaan. Jikalau pun ada penganiayaan fisik maka itu tidak terjadi disemua wilayah bagian dalam dunia ini.

Bagaimana dengan kita yang tidak mengalami penderitaan atau penganiayaan badani ? Kristus menjadi teladan yang luar biasa bagi orang yang hidup di zaman Perjanjian Baru.

Dalam 1 Pet 2:21-22, dikatakan bahwa kita dipanggil untuk berperilaku seperti Tuhan Yesus yang akan menunjukkan bahwa kita telah pindah dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib.

1 Petrus 2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

Jika dikatakan seperti KRISTUS hidup, maka apa yang terlintas dibenak kita ? apakah hanya sekedar menjadi pengikut, dalam hal ini menjadi penganut agama Kristen?, ataukah hanya menjadi orang baik-baik seperti pada umumnya ?

Kualitas yang Tuhan kehendaki bagi kita adalah Mat 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Bagaimana supaya dapat menjadi sempurna ? Mat 19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Dalam ayat ini Tuhan tidak menginginkan orang percaya jatuh miskin mendadak atau tidak boleh kaya. Tetapi Tuhan ingin menegaskan bahwa jika kamu ingin sempurna kamu harus :“MENINGGALKAN” semua yang dianggap membahagiakan atau nyaman. Bukan berarti ikut Tuhan tidak bahagia atau nyaman, tetapi kita harus bahagia dan nyaman dalam VERSI TUHAN, bukan versi kita.

Inilah penderitaan yang sebenarnya yaitu : Luk 14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Matius 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Jangan lupa baca juga Renungan Harian : Kiamat Sudah Dekat

Demikianlah Santapan Rohani kali ini tentang Pentakosta Dan Kelanjutannya. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin. renunganhariini.com

Pdt. Daill Bruce TaressyOleh : Pdt. Daill Bruce Taressy.

tags: ,

Related For PENTAKOSTA DAN KELANJUTANNYA