PROSES KESELAMATAN DI DALAM TUHAN – Bagian 1

SANTAPAN ROHANI 1134 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Santapan RohaniProses Keselamatan Di Dalam Tuhan. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Santapan rohani saat ini, kita akan bicara tentang Proses Keselamatan Di Dalam Tuhan. Tema ini akan kita bahas dalam dua bagian, jadi ini merupakan bagian yang pertama.

Saudaraku, Sebagai orang percaya bila ditanyakan “apakah saudara bersedia diselamatkan?” pasti jawabannya “ya, saya bersedia” karena pada dasarnya semua manusia pasti ingin diselamatkan, dan tidak ada orang yang mau kalau tidak diselamatkan.

Persoalannya sekarang adalah, kesediaan kita untuk masuk dalam proyek penyelamatan yang Allah sediakan, harus ditunjukan dengan tindakan-tindakan yang konkret, dimana tindakan itu menunjukan bahwa kita bersedia atau menyediakan diri untuk diselamatkan di dalam Yesus.

Saat ini mari kita pelajari bersama-sama tentang proses keselamatan itu, supaya kita bisa mengoreksi diri masing-masing, apakah kita termasuk orang yang akan diselamatkan atau tidak, dan hal ini tentu akan sangat penting dan sangat berharga bagi masa depan kehidupan kita di kekekalan nanti.

Proyek penyelamatan di zaman Nuh

Pada zaman Nuh, ada proyek penyelamatan yang dilakukan Allah saat itu, dimana orang yang ingin diselamatkan harus masuk dalam bahtera yang dibangun oleh Nuh. Dan kalau kita selidiki kebenaran firman Tuhan, maka alkitab menyatakan bahwa Nuh adalah pemberita kebenaran. Hal itu di tulis di dalam;

II Petrus  2:5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;

Jadi pasti Nuh menyampaikan kebenaran yang dari Allah, dan kalau ada orang yang bersedia hidup dalam kebenaran yang diajarkan oleh Nuh atau yang diberitakan oleh Nuh, maka mereka akan masuk kedalam bahtera supaya dapat diselamatkan bersama-sama dengan keluarga Nuh. Jadi itulah mekanisme proses penyelamatannya. Tetapi kenyataannya orang-orang itu tidak menerima kebenaran yang di sampaikan oleh Nuh, dan pada akhirnya mereka semua binasa.

Proses Keselamatan Di Dalam Tuhan - Bagian 1

Santapan Rohani : Proses Keselamatan Di Dalam Tuhan – Bagian 1 | renunganhariini.com

Proyek penyelamatan di zaman Lot

Kalau pada zaman Nuh setiap orang yang mau diselamatkan harus masuk ke dalam bahtera, maka berbeda dengan penyelamatan yang dilakukan Allah pada zaman Lot, dimana di zaman Lot, kalau ada orang yang mau diselamatkan, maka ia harus keluar dari sodom dan gomora dengan tidak boleh menengok ke belakang atau tidak boleh menoleh ke belakang.

Kalau ada orang yang mau masuk proyek penyelamatan pada zaman Lot, di saat ia berlari keluar meninggalkan sodom dan gomora, tetapi ia menoleh ke belakang, maka proyek penyelamatan itu gagal. Dan hal itu terjadi pada istrinya Lot.

Sekarang pertanyaannya, jika demikian bagaimana dengan proyek penyelamatan di zaman ini, atau di zaman kita saat ini?.

Proyek penyelamatan di zaman perjanjian baru

Sebagai orang percaya kita harus mengerti akan hal ini, karena saat ini ada begitu banyak pengajaran yang secara tidak langsung sudah memberi kesan kalau proses penyelamatan itu akan terjadi secara otomatis atau terjadi dengan sendirinya. Artinya ada orang-orang yang beranggapan kalau sudah menjadi kristen dan percaya kepada Yesus Kristus, sudah pergi ke gereja setiap minggu, itu artinya sudah selamat, atau dengan kata lain ada begitu banyak orang percaya yang sudah terlanjur percaya bahwa sekali selamat tetap selamat.

Jadi saat ini ada begitu banyak orang percaya yang sudah terlanjur terkurung dalam paradikma berpikir atau pola berpikir seperti itu, dimana akibat dari pengajaran yang salah itu maka orang akan berpikir, kalau sudah menerima Yesus itu sudah cukup dan pasti selamat, dan hal ini sangat menyedihkan, namun tidak banyak orang percaya yang menyadari akan hal ini.

Kenapa saya katakan hal ini sangat menyedihkan?. Karena kalau kita membaca injil kebenaran yang merupakan firman Allah, maka Tuhan Yesus telah mengajarkan, baik itu secara terselubung dengan berbagai perumpamaan, atau secara terang-terangan, Tuhan Yesus sendiri sudah mengajarkan bahwa untuk bisa menerima keselamatan masuk dalam Kerajaan Allah, maka kita harus berjuang, seperti firman Tuhan katakan berjuang untuk masuk jalan yang sempit, karena banyak orang yang berusaha masuk tetapi hanya sedikit yang bisa masuk. Jadi kita tidak boleh berpikir bahwa hal itu mudah.

Sekarang bagaimana proses penyelamatan kita sebagai orang percaya?.

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Jadi dari kebenaran ini kita mengerti bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang akan masuk sorga.

Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah kita sudah melakukan kehendak Allah Bapa?. Kalau kita menjawab belum, maka timbul lagi pertanyaan, kapan kita bisa melakukan, atau kapan kita mau melakukan kehendak Allah?.

Kalau kita belum melakukan kehendak Bapa saat ini, maka bagaimana kalau saat ini waktu kita berakhir, atau saat ini Tuhan datang, dan kita harus bertemu dengan Tuhan dihadapan pengadilan-Nya untuk mempertanggungjawabkan semua kehidupan kita selama kita hidup di dunia ini?.

Jadi kalau di zaman Nuh, orang harus masuk ke dalam bahtera supaya selamat, di zaman Lot, orang harus meninggalkan sodom dan gomora dan tidak boleh menoleh kebelakang, maka zaman ini, atau zaman perjanjian baru ini, kita harus  melakukan kehendak Allah Bapa, dan itu harus dilakukan, jika kita mau masuk dalam proyek penyelamatan. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Kita harus mengerti bahwa ahli taurat dan orang-orang farisi itu bukanlah orang-orang jahat. Jadi kita tidak boleh memiliki penilaian yang salah terhadap kelompok ini. Sebab mereka sangat tekun dalam berbakti kepada Allah, YAHWEH, mereka sangat-sangat teliti memelihara taurat, dan mereka hidup dikendalikan oleh taurat secara ekstrim.

Namun apa yang Tuhan katakan, kalau hidup keagaman kita tidak lebih benar dari ahli taurat dan orang-orang farisi, kita tidak akan masuk ke dalam Kerajaan sorga. Dan ini yang berbicara Tuhan Yesus sendiri, artinya ini ketetapan yang tidak dapat ditolak.

Jadi yang dimaksud dengan hidup keagamaanmu atau kebenaranmu, dan kebenaran disini adalah kebenaran yang bertalian dengan tingkah laku, kebenaran yang bertalian dengan perbuatan, itu harus lebih benar dari ahli taurat maupun orang farisi. Ingat sekali lagi, ahli taurat maupun orang-orang farisi yang dimasudkan dalam ayat ini adalah orang-orang yang begitu patuh terhadap taurat Tuhan, jadi bukan orang-orang jahat.

Kebenaran ini disampaikan supaya kita tidak ceroboh dengan hidup ini, tetapi kalau sebagaian diantara kita masih mau ceroboh, artinya saudara tidak tertarik dengan proyek penyelamatan ini, dan itu artinya bahaya kekal sedang menunggu di depan pintu kematian.

Oleh sebab itu kita tidak punya pilihan lain, jika kita ingin masuk dalam proses penyelamatan sebagai orang percaya, artinya saat kita telah hidup di dalam Kristus, itu berarti kita harus meninggalkan semua cara hidup kita yang lama, baik itu pola pikir, tindakan dan perbuatan kita, sudah tidak boleh lagi sama seperti dunia.

Itu artinya kita juga tidak boleh menengok lagi ke belakang kepada hidup masa lalu, hidup yang selalu menuruti apa yang menjadi keinginan dunia. Dan saat ini kita harus mengarahkan hidup kita hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa di sorga, jika kita ingin di selamatkan.

Melakukan kehendak Allah Bapa artinya melakukan semua keinginan Allah. Jadi semua yang kita lakukan, semua yang kita ucapkan, semua pilihan keputusan hidup yang kita buat, harus bisa menyenangkan hati Tuhan, atau bisa dinikmati oleh Tuhan. Artinya semuanya itu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah Bapa, atau sesuai selera Allah Bapa di sorga.

Itulah kenapa hidup kekristenan yang benar itu bukan hal yang mudah, dan akan menjadi nyaris mustahil untuk melakukannya, kalau kita tidak sungguh-sungguh berjuang untuk mencapai tingkat berkenan di hadapan Bapa di sorga yaitu menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa yang adalah sempurna.

Mungkin dipemandangan mata orang-orang dunia, kita bisa dikategorikan sebagai orang-orang yang baik secara moral, santun, dan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran moral secara umum. Namun bila kita tidak hidup sesuai dengan selera Allah Bapa, tidak sesuai keinginan Allah Bapa, tidak sesuai kemauan Allah Bapa, maka kita tidak akan menjadi bagian dari orang-orang yang masuk dalam proyek penyelamatan Allah.

Kenapa demikian ?.

Hal itu akan kita bahas pada sesi yang ke dua atau bagian yang ke dua. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua Amin.

Baca Juga Santapan Rohani :

Pengenalan Akan Injil Yang Benar

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags:

Related For PROSES KESELAMATAN DI DALAM TUHAN – Bagian 1