BAGIANKU TETAPLAH ALLAH

renungan hari ini

Renunganhariini.com – Renungan Harian: Ketika kita menyadari bahwa sepenuhnya hidup kita milik Tuhan, maka seharusnya kita tidak boleh lagi mengingini apa pun yang ada di dunia ini, selain apa yang Tuhan kehendaki bagi kita. Dengan demikian setiap gerak pikiran dan hati kita pun sudah harus ditujukan hanya untuk Allah dan Kerajaan-Nya.

Tentu hal ini tidak mudah, karena sebagai manusia kita masih diperhadapkan dengan berbagai tawaran dunia yang bisa kita lihat dengan mata jasmani kita setiap hari, tetapi justru disitulah kita belajar untuk mematikan keinginan diri yang setiap saat masih timbul dalam hati.

Jika kita harus jujur memerikasa hati kita, maka yang kita temukan adalah, seringkali kita masih memiliki rasa iri, cemburu, ketika mata kita memandang kepada orang lain yang tidak percaya kepada Allah tetapi hidup mereka begitu menyenangkan sebab bisa menikmati kenyamanan hidup dunia, hal itu seperti yang dikatakan dalam;

Mazmur 73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

73:4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;

73:5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

Itulah kenapa kita harus belajar untuk tidak iri mau pun cemburu terhadap keadaan hidup orang lain, sebab ketika kita menyadari bahwa semua kenikmatan dunia adalah sia-sia, maka kita harus mengarahkan pandangan kita hanya tertuju pada Tuhan saja dan bukan lagi kepada dunia ini dengan segala kesenangannya.

Tidak ada cara lain untuk belajar mematikan keinginan diri dari perkara-perkara dunia yang Tuhan tidak kehendaki bagi kita selain dengan belajar untuk terus merindukan Tuhan lebih dari apa pun.

Memang Tuhan itu tidak kelihatan, tetapi percayalah bahwa Ia maha hadir, artinya ketika kita belajar untuk terus mengarahkan hati dan keinginan kita hanya tertuju kepada Tuhan saja, maka kita akan mengerti apa yang Tuhan kehendaki, dan itu yang akan membuat kita tidak gampang cemburu melihat hidup orang lain.

Tentu untuk mengarahkan hati kita hanya tertuju kepada Tuhan saja maka kita harus melatih diri untuk rela melepaskan apa pun keinginan hati kita, dan harus belajar untuk benar-benar percaya kepada Allah, dan terus menyadari bahwa bagian kita bukannya di dunia ini, sebab semua yang dunia tawarkan saat ini adalah sia-sia. Firman Tuhan katakan dalam;   

Mazmur 73:25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

73:26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Renunganhariini.com – Renungan Harian: Ketika kita menyadari bahwa sepenuhnya hidup kita milik Tuhan, maka seharusnya kita tidak boleh lagi mengingini apa pun yang ada di dunia ini, selain apa yang Tuhan kehendaki bagi kita. Dengan demikian setiap gerak pikiran dan hati kita pun sudah harus ditujukan hanya untuk Allah dan Kerajaan-Nya.

Tentu hal ini tidak mudah, karena sebagai manusia kita masih diperhadapkan dengan berbagai tawaran dunia yang bisa kita lihat dengan mata jasmani kita setiap hari, tetapi justru disitulah kita belajar untuk mematikan keinginan diri yang setiap saat masih timbul dalam hati.

Jika kita harus jujur memerikasa hati kita, maka yang kita temukan adalah, seringkali kita masih memiliki rasa iri, cemburu, ketika mata kita memandang kepada orang lain yang tidak percaya kepada Allah tetapi hidup mereka begitu menyenangkan sebab bisa menikmati kenyamanan hidup dunia, hal itu seperti yang dikatakan dalam;

Mazmur 73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

73:4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;

73:5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

Itulah kenapa kita harus belajar untuk tidak iri mau pun cemburu terhadap keadaan hidup orang lain, sebab ketika kita menyadari bahwa semua kenikmatan dunia adalah sia-sia, maka kita harus mengarahkan pandangan kita hanya tertuju pada Tuhan saja dan bukan lagi kepada dunia ini dengan segala kesenangannya.

Tidak ada cara lain untuk belajar mematikan keinginan diri dari perkara-perkara dunia yang Tuhan tidak kehendaki bagi kita selain dengan belajar untuk terus merindukan Tuhan lebih dari apa pun.

Memang Tuhan itu tidak kelihatan, tetapi percayalah bahwa Ia maha hadir, artinya ketika kita belajar untuk terus mengarahkan hati dan keinginan kita hanya tertuju kepada Tuhan saja, maka kita akan mengerti apa yang Tuhan kehendaki, dan itu yang akan membuat kita tidak gampang cemburu melihat hidup orang lain.

Tentu untuk mengarahkan hati kita hanya tertuju kepada Tuhan saja maka kita harus melatih diri untuk rela melepaskan apa pun keinginan hati kita, dan harus belajar untuk benar-benar percaya kepada Allah, dan terus menyadari bahwa bagian kita bukannya di dunia ini, sebab semua yang dunia tawarkan saat ini adalah sia-sia. Firman Tuhan katakan dalam;   

Mazmur 73:25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

73:26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

73:27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

73:28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Dari kebenaran Firman Tuhan yang kita baca ini kita bisa mengerti bahwa, Tuhan adalah segala-galanya dan harus menjadi satu-satunya tujuan hidup kita. Dan ketika kita menjauhkan diri dari Tuhan maka kita akan binasa. Sebaliknya ketika kita terus melekat dengan Tuhan, maka Tuhan-lah yang akan menjadi pelindung bagi kita untuk melewati semua yang terjadi dalam hidup kita.

Dengan kesadaran ini, maka kita tahu bahwa selagi kita hidup di dunia ini, hidup kita hanya untuk menjadi saksi-Nya, dan ketika hidup ini berakhir, maka kita akan menerima bagian terindah yang telah Tuhan sediakan bagi kita di dalam Kerajaan-Nya. Amin. (Renungan Oleh, Pdt.Franky Tutuhatunewa)

Dari kebenaran Firman Tuhan yang kita baca ini kita bisa mengerti bahwa, Tuhan adalah segala-galanya dan harus menjadi satu-satunya tujuan hidup kita. Dan ketika kita menjauhkan diri dari Tuhan maka kita akan binasa. Sebaliknya ketika kita terus melekat dengan Tuhan, maka Tuhan-lah yang akan menjadi pelindung bagi kita untuk melewati semua yang terjadi dalam hidup kita. Dengan kesadaran ini, maka kita tahu bahwa selagi kita hidup di dunia ini, hidup kita hanya untuk menjadi saksi-Nya, dan ketika hidup ini berakhir, maka kita akan menerima bagian terindah yang telah Tuhan sediakan bagi kita di dalam Kerajaan-Nya. Amin. (Renungan Oleh, Pdt.Franky Tutuhatunewa)  

Baca Juga Renungan : KELUAR DARI KEGELAPAN

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *