BERHALA DI DALAM HIDUP

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Berhala Di Dalam Hidup. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Berhala Di Dalam Hidup.

Saudaraku, sebagai orang percaya kita harus serius untuk memeriksa seluruh keberadaan hidup kita, dan temukan apakah masih ada ilah lain atau allah lain yang kita sembah selain Allah Bapa di sorga.

Selama ini pada umumnya setiap orang percaya yang merasa bahwa mereka sudah setia pergi ke gereja setiap hari minggu, mereka sering hadir dalam ibadah pertengahan minggu, atau dalam ibadah persekutuan doa, ibadah kelompok sel,  sudah terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, maka secara otomatis tidak ada ilah lain atau berhala yang lain yang mereka sembah.

Keadaan inilah yang seharusnya kita perkarakan. Sebab dengan rajin ke gereja, rajin pergi ke ibadah pertengahan minggu, terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, tidak boleh di jadikan ukuran bahwa seseorang tidak memiliki ilah lain atau allah yang lain di dalam hidupnya.

Kita harus mengerti bahwa ilah yang dimaksudkan di sini sama dengan allah atau sama juga dengan berhala. Dan pada dasarnya berhala itu memiliki pengertian sama dengan allah. Sebagai orang percaya kita harus mengerti akan hal ini dengan benar, supaya kita bisa serius memperkarakan akan hal ini dalam hidup kita.

Firman Tuhan sendiri berbicara tentang ilah lain, atau ilah zaman ini yang bisa menyesatkan banyak orang percaya, sehingga banyak orang percaya berpaling dari Allah yang seharusnya menjadi satu-satunya pokok penyembahan dalam hidup ini.

2 Korintus 4:3-4

4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Dalam kebenaran firman Tuhan ini kita temukan ada kalimat; “yang pikirannya dibutakan oleh ilah zaman ini”. Apa itu ilah zaman ini?. Kalau dikatakan ilah zaman ini, maka hal itu menunjuk kepada semangat zaman atau gairah zaman yang saat ini mendominasi hampir seluruh manusia pada umumnya. Gairah zaman inilah yang membuat manusia jatuh dalam percintaan dengan dunia. Dan inilah keterikatan dengan dunia yang tidak disadari oleh banyak orang percaya selama ini.

Berhala Di Dalam Hidup
Renungan Harian Kristen : Berhala Di Dalam Hidup | Renunganhariini.com

Itulah kenapa dalam ayat firman Tuhan di atas, Rasul Paulus mengatakan bahwa; Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa. Artinya kalau kita tidak menyadari adanya ilah zaman ini yang menguasai hati dan pikiran kita, maka kita juga tidak akan pernah menyadari bahwa sesungguhnya kita sedang hidup dalam penyembahan berhala atau menyembah allah yang lain.

Sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa pada dasarnya berhala itu sama artinya dengan allah, atau kalau mau diartikan dalam arti sempit maka itu sama dengan suatu objek yang dipuja atau disembah. Kalau objek tersebut  adalah Tuhan semesta alam maka akan disebut sebagai Allah. Dan inilah Allah yang benar itu, tetapi jika yang disembah bukan Allah yang benar maka itulah yang sebut berhala.

Kalau kita melihat akan hal ini dalam arti yang lebih luas maka berhala itu menunjuk kepada sesuatu yang dianggap paling berharga, yang bisa mendatangkan atau memberi kebahagiaan dan kesenangan, keuntungan, serta keamanan atau rasa aman.

Jadi kalau seseorang jiwanya melekat kepada sesuatu yang dianggap itu menyenangkan, membahagiakan, menguntungkan, atau dapat memberi rasa aman pada dirinya, maka sesungguhnya itu adalah berhala-nya. Biasanya orang seperti ini akan merasa ada yang tidak lengkap atau ada yang hilang dari dirinya, ada yang kosong dalam dirinya, kalau terlepas atau melepaskan diri dari hal-hal tersebut.

Kalau sudah sampai di taraf ini maka orang tersebut akan sangat sulit melepaskan diri dari ikatan dengan berhala tersebut. Dan itulah yang disebut sebagai menyembah berhala. Jadi jangan berpikir bahwa menyembah berhala itu kalau pergi ke dukun atau orang pintar, atau melakukan pesugihan dalam berbagai ritual.

Orang percaya harus mengerti bahwa ketika dirinya mulai terikat dengan ilah zaman ini, yang dianggap itu menyenangkan dan membahagiakan, dan bisa memberikan rasa aman, maka hal itu sama dengan penyembahan berhala, atau ia telah menduakan Tuhan. Inilah cara iblis menyeret manusia ke dalam kebinasaan.

Oleh sebab itu saat ini kita harus sungguh-sungguh memeriksa keberadaan diri kita, apa yang kita sukai, apa yang kita senangi, apa yang kita anggap itu bisa memberi rasa nyaman, semua itu tidak boleh menjadi ikatan yang bisa menjadi berhala di dalam kehidupan kita.

Berhala orang percaya itu hanya satu yaitu, Allah semesta alam pencipta langit dan bumi ini, Allah yang kita sembah di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Allah yang kita panggil dengan sebutan Bapa di dalam setiap doa kita. Jadi tidak boleh ada allah lain atau berhala yang lain dalam hidup kita.

Itulah kenapa seringkali saya katakan, hidup sebagai orang percaya seharusnya kita sudah tidak boleh memiliki keinginan diri apa pun terhadap dunia ini dengan segala kesenangannya.

Orang percaya yang masih memiliki keinginan diri yang dianggap itu menyenangkan dan membahagiakan, maka sesungguhnya ia sedang hidup dalam penyembahan berhala. Dan ini akan sangat berbahaya bagi keamanan hidupnya di kekekalan nanti, sebab cara hidup seperti itu sama dengan menduakan Allah, dan itu artinya pada akhirnya Allah akan berkata di kekekalan nanti “Aku tidak pernah mengenal kamu, enyahlah dari hadapan-Ku.”

Mengerti akan kebenaran ini, seharusnya membuat kita semakin serius untuk memperkarakan hidup kita dengan benar, apakah kita masih menyembah berhala atau tidak, apakah ada ilah lain dalam hidup kita atau tidak. Orang percaya harus menjadikan Tuhan, Allah yang maha tinggi sebagai satu-satunya pokok penyembahan dalam hidupnya, dan tidak boleh ada yang lain. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Kita Bukan Dari Dunia Ini

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com   

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *