KEINGINAN DIRI SENDIRI

renungan hari ini

Renunganhariini.comRenungan Harian. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, setiap manusia pasti memiliki berbagai keinginan diri, dan pada umumnya manusia akan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan dirinya sendiri.

Bagaimana dengan keinginan diri kita sebagai orang percaya?. Tanpa kita sadari keinginan diri seringkali akan membuat kita melakukan berbagai hal yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki, dan inilah yang sesungguhnya memberi ancaman serius kepada keselamatan jiwa kita.

Mengapa demikian?. Perlu di ingat manusia pertama jatuh ke dalam dosa adalah akibat dari pada ia lebih mengikuti apa yang menjadi keinginan dirinya sendiri dari pada mengikuti keinginan dan perintah Allah.

Mungkin kita akan berpikir bahwa keselamatan jiwa kita sudah mendapat jaminan di dalam Tuhan Yesus lewat pengorbanan-Nya di atas kayu salib, namun satu hal yang harus kita ingat adalah, firman Tuhan sendiri mengatakan kepada kita “kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar”.

Itu artinya, kita harus belajar untuk mengontrol setiap keinginan diri kita, apakah keinginan diri kita itu sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak. Sebab sesungguhnya ketika kita mengaku percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka dengan kata lain kita telah menyerahkan seluruh keinginan diri kita menjadi milik Tuhan. Artinya, kita tidak berhak lagi atas hidup kita.

Ingat sudah seringkali saya katakan dalam beberapa renungan sebelumnya bahwa, percaya itu artinya penurutan akan kehendak Allah. Jadi kalau kita katakan kita percaya kepada Tuhan Yesus maka kita harus menuruti dan melakukan semua hal yang hanya merupakan kehendak Allah. Ini juga artinya kita harus mulai belajar untuk mematikan semua keinginan diri kita sendiri, supaya kita bisa hidup hanya untuk melakukan keinginan Tuhan.

Satu kalimat doa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita dalam doa Bapa kami yang ditulis dalam (Matius 6:9-13), pada ayat 10 dikatakan;

Matius 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Kalau dikatakan datanglah Kerajaan-Mu ini artinya kita harus memberi diri untuk hidup dalam pemerintahan Tuhan. Sebab berbicara tentang Kerajaan Tuhan berarti berbicara tentang pemerintahan Tuhan, dimana kita harus tunduk terhadap pemimpin tertinggi dalam pemerintahan itu, dan pemimpin tertinggi-nya adalah Tuhan Yesus.

Oleh sebab itu semua yang kita lakukan harus merupakan keinginan dari Raja yang Maha tinggi itu. Ini yang dinamakan penundukkan diri terhadap kedaulatan Allah atas seluruh kehidupan kita.

Selanjutnya dikatakan, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Artinya sekalipun saat ini kita masih hidup di bumi ini, tetapi kita harus tetap merasa bahwa saat ini kita hidup dalam pemerintahan Tuhan, sehingga apapun yang kita lakukan harus sesuai kehendak Tuhan.

Kalimat, jadilah kehendak-Mu, memiliki muatan pengertian bahwa setiap saat dalam hidup ini apapun yang kita lakukan haruslah merupakan kehendak Tuhan, jika itu bukan kehendak Tuhan maka sesungguhnya kita sedang memberontak kepada Tuhan. Dan inilah yang mengancam keselamatan jiwa kita di kekekalan nanti.

Oleh sebab itu, supaya kita bisa hidup hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan, maka tidak ada pilihan lain bagi kita selain mematikan semua keinginan diri kita sendiri dan seluruh hidup kita hanya diwarnai dengan keinginan Tuhan atas hidup kita.

Disinilah kita belajar untuk mempersembahkan seluruh hidup kita hanya untuk kemuliaan Tuhan. Firman Tuhan katakan dalam;

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kenapa kita harus mempersembahkan tubuh kita hanya pada Tuhan?, karena firman Tuhan katakan kamu sudah dibeli dan harganya lunas dibayar. Jadi dengan kata lain seluruh hidup kita sudah menjadi milik Tuhan. Itulah mengapa firman Tuhan katakan;

I Korintus  10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Dengan demikian kita semakin menyadari bahwa memilih percaya kepada Kristus sama dengan memilih untuk hidup tanpa keinginan diri. Satu-satunya keinginan diri yang boleh ada dalam hidup kita adalah setiap saat kita hanya rindu untuk hidup melakukan kehendak Tuhan saja. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin. (Renungan oleh.Pdt.Franky Tutuhatunewa).

BACA JUGA RENUNGAN: MENJADI ANAK ALLAH TIDAK OTOMATIS

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *