PERSAHABATAN DENGAN DUNIA

renungan hari ini

Renunganhariini.com – Renungan Harian : Saudaraku, ketika kita lahir ke dunia ini tanpa kita sadari sejak kecil kita telah di didik untuk bersahabat dengan dunia ini, dan itu selalu terjadi secara otomatis dalam kehidupan manusia pada umumnya.

Sebab sejak kecil dari didikan orang tua kita telah diajarkan untuk mengingini ini dan itu. Misalnya untuk menunjukkan rasa sayang orang tua kepada anak, maka orang tua mulai membelikan mainan seperti balon, mobil-mobilan, boneka, alat masak-masakan, dan lain sebagainya.

Hal ini pada akhirnya mulai menumbuhkan rasa ketertarikan seorang anak manusia kepada sesuatu yang diinginkannya. Lalu pada akhirnya apa yang diinginkan anak tersebut selalu dituruti. Disinilah mulai timbul keinginan diri dari setiap anak manusia.

Akumulasi dari keinginan diri sejak kecil itu akan tersimpan menjadi keinginan secara permanen sampai dewasa dan menjadi hawa nafsu diri. Pada akhirnya keinginan itulah yang membuat kita semakin jatuh cinta dengan dunia ini dan semakin tertarik dengan segala sesuatu yang ditawarkan oleh dunia.

Akibat dari percintaan dengan dunia itulah membuat banyak orang sulit untuk melepaskan diri dari berbagai ikatan dengan keinginan dan hawa nafsu diri. Sebagai orang percaya kalau kita tidak menyadari akan hal ini maka keinginan dan hawa nafsu diri itulah yang akan menimbulkan berbagai masalah dalam hidup kita dan tentu akan merusak hidup kita.

Yakobus 4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Kalau keinginan itu sudah merasuk dan menguasai diri kita, maka kita akan berjuang mati-matian supaya bisa mencapai keinginan tersebut demi memuaskan hawa nafsu diri, dan kita tidak pernah lagi berpikir bahwa sesungguhnya keinginan itu akan membawa kita kepada kebinasaan. Sebab oleh keinginan itulah maka tanpa sadar kita telah menjadikan diri kita sebagai musuh Allah.

Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Ketika orang percaya tidak mau menyadari akan hal ini dan tetap membiarkan diri tenggelam dalam ikatan percintaan dunia, maka hidupnya telah berada dalam ancaman bahaya. Sebab orang yang menjadikan dirinya musuh Allah tidak akan mungkin bisa diterima di dalam kerajaan Allah.

Saudaraku, sadarlah bahwa waktu hidup kita di dunia ini sangat singkat, dan tidak mudah untuk melepaskan diri dari percintaan dengan dunia. Oleh sebab itu kita harus mengambil keputusan untuk tidak lagi bersahabat dengan dunia, sekali pun keputusan yang kita ambil itu membuat daging kita merasa tersiksa. Tetapi kita harus rela supaya kita bisa belajar mengingini Tuhan saja.

Di singkatnya waktu hidup ini seharusnya kita sadar dan mempergunakan waktu yang ada untuk hidup hanya melakukan kehendak Tuhan saja. Ingat Firman Tuhan katakan;

Efesus 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Kiranya kebenaran Firman Tuhan ini memberkati kita semua. Amin. (Renungan oleh, Pdt.Franky Tutuhatunewa)

Baca Juga Renungan : Keinginan Diri Sendiri

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *