SEMUA UNTUK KEMULIAAN TUHAN

renungan hari ini

Renunganhariini.com – Renungan Harian : Saudaraku, tanpa di sadari ada begitu banyak orang percaya yang berlaku tidak pantas terhadap Tuhan, dan hal ini terjadi akibat dari pengajaran yang salah yang mereka terima. Pada akhirnya saat ini ada begitu banyak orang percaya yang seenaknya saja memerintah Tuhan, seolah-olah mereka berkuasa untuk mengatur Tuhan.

Kenapa bisa terjadi demikian?. Akibat dari pengajaran yang salah, lalu orang-orang yang telah mengaku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tersebut merasa bahwa mereka telah menjadi anak-anak Allah, sehingga dengan demikian mereka merasa berhak juga untuk meminta Tuhan menuruti semua keinginan mereka.

Ciri dari orang-orang percaya seperti ini dapat dilihat dari cara mereka berdoa, dimana mereka selalu mengklaim ini dan itu supaya Tuhan menuruti apa yang di klaim oleh mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Ini adalah sebuah cara hidup yang tidak menghargai dan menghormati Tuhan.

Sebagai manusia ciptaan Tuhan, apakah kita pantas berlaku demikian terhadap Tuhan. Apa yang kita sudah buat untuk Tuhan sehingga kita merasa berhak untuk mengklaim Tuhan supaya menuruti keinginan kita. Konyolnya hal itu dilakukan tanpa merasa bersalah, tanpa menyadari bahwa apa yang dilakukan itu tidak pantas.

Roma  11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Kalau dikatakan, segala sesuatu adalah dari Dia, itu artinya kita harus menyadari bahwa langit, bumi dan segala isinya, Dia-lah yang telah menciptakan semuanya itu, termasuk di dalamnya adalah manusia.

Selanjutnya firman Tuhan katakan, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!. Artinya semua yang telah diciptakan oleh Tuhan Yesus termasuk manusia, seharusnya tunduk kepada-Nya, taat kepada-Nya dan hidup hanya untuk memuliakan Dia.

Kalau demikian, bagaimana mungkin cara hidup kita seolah-olah kita-lah yang berkuasa atas dirinya Tuhan. Ini adalah cara hidup yang sembrono, cara hidup yang tidak pantas. Itulah kenapa seringkali saya katakan kita tidak boleh menerima setiap pengajaran dengan gampang begitu saja, sebab semua itu harus kita uji, harus kita renungkan lagi apakah pengajaran ini sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak.

Saya mengajak kita saat ini untuk berdiam diri dan merenungkan kembali cara hidup kita selama ini, apa yang sudah kita buat terhadap Tuhan selama ini. Kita harus berpikir cerdas dan jujur, kita yang adalah ciptaan-Nya hidup dalam dosa, lalu ditebus oleh darah-Nya yang kudus supaya kita bisa diperdamaikan dengan Allah Bapa dan bisa beroleh keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Itu artinya segenap hidup kita ini milik Tuhan, dengan demikian apa pun yang kita lakukan harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Bagaimana mungkin kita bisa dengan seenaknya memerintah Tuhan sesuka hati kita supaya menuruti keinginan kita.

Pertanyaannya sekarang adalah, adakah seorang budak yang dibeli oleh tuannya lalu kemudian budak itu merasa berkuasa penuh atas hidup tuannya?.

Saudaraku, kita jangan lagi menjadi orang percaya yang bodoh. Kita harus belajar dari cara hidup Tuhan Yesus, dimana semua yang Tuhan Yesus minta kepada Allah Bapa tidak pernah untuk kepentingan diri-Nya. Tetapi semua yang dilakukan-Nya untuk kemuliaan Bapa-Nya di sorga.

Tuhan Yesus sempat untuk meminta saat berdoa di taman Getsemani, supaya cawan itu lalu dari pada-Nya, tetapi di akhir doa-Nya Ia berkata janganlah kehendak-Ku, tetapi jadilah kehendak-Mu ya Bapa.

Hidup orang percaya pun harus demikian, kita harus merasa tidak berhak sama sekali untuk menuntut Tuhan, tetapi sebaliknya segenap hidup kita harus ditujukan hanya untuk kemuliaan-Nya. Kiranya kebenaran ini menyadarkan kita semua. Amin. (Renungan oleh, Pdt.Franky Tutuhatunewa)

Baca Juga Renungan : Persahabatan Dengan Dunia

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *