RENUNGAN MINGGU – MILIKI HIDUP YANG BERBEDA

renungan hari ini

Renunganhariini.com: Renungan Minggu – Memiliki Hidup Yang Berbeda. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita hari ini adalah; Memiliki Hidup Yang Berbeda.

Ketika orang percaya berkata bahwa hidupnya adalah hidup sebagai orang beriman, maka ia harus memiliki hidup yang luar biasa. Hidup yang luar biasa adalah hidup yang memiliki tujuan yaitu menjadi sempurna sama seperti Bapa di sorga yang adalah sempurna. Hal ini seperti apa yang Tuhan Yesus katakan dalam;

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Untuk mencapai kesempurnaan seperti apa yang Tuhan Yesus katakan, maka kita harus berjuang dengan segenap hati. Bahkan perjuangan untuk mencapai kesempurnaan itu akan terus berlangsung selama kita masih hidup di dunia ini. Dengan kata lain perjuangan untuk mencapai kesempurnaan baru akan berakhir ketika kita telah menutup mata dan kembali kepada Bapa di sorga.

Kalau Tuhan Yesus mengatakan “harus” sempurna, ini artinya menjadi sempurna bagi orang percaya atau bagi anak-anak Tuhan adalah harga mati yang  tidak boleh ditawar lagi. Jadi dalam hal ini pengajaran kebenaran firman Tuhan yang seolah-olah memberi kesan bahwa kita boleh kurang sempurna, karena manusia itu penuh dengan berbagai kelemahan, pengajaran tersebut harus dipandang sebagai sebuah penyesatan.

Kenapa?. Karena Tuhan mau kita harus menjadi sempurna. Sebab itu dalam ayat firman Tuhan yang lain, Tuhan Yesus katakan kalau hidup keagamaan kita tidak lebih benar dari hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, maka kita tidak akan masuk sorga.

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Tentu perkataan Tuhan Yesus ini berlaku bagi semua orang percaya, dan bukan hanya berlaku bagi pendeta dan pengerja gereja saja. Itulah kenapa diatas segala-galanya kita harus berjuang untuk mencapai kesempurnaan seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki. Itulah yang dikatakan kita hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.

renungan hari ini
Renungan Minggu : Miliki Hidup Yang Berbeda | renunganhariini.com

Banyak orang akan berdalih bahwa mana mungkin manusia bisa sempurna?. Jawabannya sederhana, “pasti bisa”. Persoalannya adalah kita mau atau tidak. Karena dalam perjuangan untuk mencapai kesempurnaan, maka Tuhan akan menganugerahkan kekuatan dan kemampuan untuk kita bisa mencapainya. Jika tidak maka, Tuhan Yesus tidak akan mengatakannya, dan firman Tuhan tidak mungkin menuliskan hal itu.

Hal mencapai kesempurnaan ini harus dilihat sebagai suatu syarat yang harus kita penuhi dan tidak boleh kita hindari, kalau kita mengaku percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Jika kita mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita maka kita juga harus mengakui otoritas kedaulatan-Nya atas seluruh kehidupan kita.

Tentu syarat ini bukanlah merupakan sebuah jasa atau penentu keselamatan yang kita terima dalam Tuhan Yesus Kristus, sebab yang menjadi penentu keselamatan itu hanya satu yaitu korban Tuhan Yesus di atas kayu salib, yang merupakan satu-satunya jalan keselamatan yang dianugerahkan oleh Allah Bapa di sorga, jadi bukan karena hasil dari perbuatan baik. Itulah yang dimaksudkan firman Tuhan di dalam;

Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Disinilah penting bagi kita sebagai orang percaya untuk bisa membedakan antara menerima keselamatan yang diberikan Allah sebagai anugerah, dan meresponi anugerah yang Allah berikan itu dengan penuh tanggungjawab, serta mengakui otoritas-Nya atas kehidupan kita, sehingga kita bisa memiliki hidup secara luar biasa.

Adalah merupakan pandangan yang sangat keliru kalau kita berpikir bahwa usaha untuk mencapai kesempurnaan seperti yang Tuhan Yesus katakan, supaya kita menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga, dapat merusak dokterin teologia bahwa keselamatan hanya oleh anugerah.

Sebab usaha atau perjuangan kita untuk menjadi sempurna bukanlah usaha supaya kita bisa meraih keselamatan, tetapi usaha untuk mencapai kesempurnaan selama kita masih hidup di dunia ini, adalah merupakan respon kita terhadap anugerah yang Tuhan sediakan dengan cuma-cuma.

Yang harus kita ingat adalah, Tuhan mau supaya setiap orang percaya hidup dalam kebaikan yang Bapa sediakan. Dan tentu kebaikan yang dimaksud disini adalah kebaikan dalam standar Tuhan Yesus Kristus. Firman Tuhan katakan dalam;

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Jika demikian kesempurnaan seperti  apa yang Tuhan kehendaki?. Kesempurnaan yang Tuhan kehendaki  adalah, selama kita hidup di dunia ini, kita harus hidup mengenakan pikiran dan perasaan Kristus. Firman Tuhan katakan dalam;

Filipi 2:5-7  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Orang percaya yang menyadari bahwa ia telah menerima keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka sebagai responnya atas keselamatan yang Allah telah berikan itu, ia akan berjuang untuk terus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar selama ia masih menumpang di dunia ini.

Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 

Dalam mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, maka Tuhan Yesus-lah yang harus kita lihat, dan harus dijadikan sebagai model manusia yang sempurna seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki. Oleh sebab itu, semua kebaikan dan kesempurnaan Tuhan Yesus tidak hanya untuk kita kagumi, akan tetapi harus kita teladani.

Itulah kenapa pertumbuhan rohani setiap orang percaya yang sungguh-sungguh berjuang untuk menjadi sempurna seperti Bapa di sorga, dalam hidupnya yang terlihat atau yang ditampilkan dan harus terlihat nyata adalah kehidupan yang sama dengan pribadi Tuhan Yesus atau sama dengan gaya hidup Tuhan Yesus.

Tentu dalam hidup ini, kita juga memiliki tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Tetapi hal pemenuhan kebutuhan jasmani ini tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk mengurangi usaha kita dalam mencapi kesempurnaan seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, yaitu sempurna seperti Bapa di sorga.

Orang percaya yang berpikir atau menganggap bahwa hal pemenuhan kebutuhan jasmani selama hidup di dunia ini lebih penting dari usaha untuk mencapai kesempurnaan seperti Bapa di sorga, maka sesungguhnya ia telah bertuhankan perutnya sendiri atau menjadi orang yang duniawi. Firman Tuhan katakan di dalam;

Filipi 3:12-19 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Hendaknya kita tidak boleh melihat pernyataan ini sebagai sebuah tekanan yang berlebihan, tetapi harus tetap dipandang sebagai sebuah keharusan bahwa sebagai anak-anak Allah Bapa di sorga kita harus sempurna. Oleh sebab itu kita menanggalkan semua beban dan dosa.

Ibrani 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Yang dimaksudkan beban disini adalah keterikatan dengan dunia ini yang juga sama dengan percintaan dengan dunia. Sedangkan dosa yang dimaksudkan disini adalah, keterikatan kita dengan berbagai keinginan daging, atau adanya hasrat dosa dalam diri kita. Padahal sebagai orang percaya kita tidak bisa lagi berbuat dosa.

Lalu yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, apa itu kesempurnaan di dalam Tuhan?.

Kesempurnaan di dalam Tuhan berbicara tentang iman yang sempurna seperti Tuhan Yesus, yang ditandai dengan ketaatan Tuhan yesus dalam melakukan kehendak Bapa-Nya di sorga. (Ibrani 12:2-5).

Kalau kita harus jujur, maka sesungguhnya saat ini kita lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan jasmani dari pada berjuang untuk menjadi sempurna, dan ini adalah kekeliruan terbesar yang tidak kita sadari selama ini. Sebab berjuang untuk menjadi sempurna seperti Bapa di sorga bukan berarti harus mengurangi waktu kerja kita, atau bukan berarti kita harus menjadi pendeta atau aktivis gereja.

Berjuang untuk menjadi sempurna justru dalam setiap gerak kehidupan kita, kita mau terus ada dalam sikap berjaga-jaga untuk tidak lagi hidup dalam dosa, dan terus belajar untuk hidup melakukan semua yang hanya menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Dengar Renungan Audio : Perintah Hidup Kudus

Baca Juga Renungan : Keinginan Diri Yang Membinasakan

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2018 – Original content | Renunganhariini.com  

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *